Math World

UKI

Posted by: rleni on: June 4, 2009

Sejak armada bus 43 bertambah banyak. Jurusan Tanjung Priok-Cililitan. Datang silih berganti hampir setiap lima menit sekali. Saya beralih menjadi salah satu pengguna jasa bus tersebut. tersebut. Walau bobrok. Maklum ini bus buangan dari negara lain. Entah korea atau Jepang. Setidaknya menghemat waktu ketika saya ketinggalan bus akap yang biasa saya tumpangi.

Dengan menggunakan bus ini sampailah saya di UKI. Yap. UKI memang lokasi strategis. Banyak penumpang transit disini. Untuk kemudian melanjutkan perjalanan mereka keluar kota. Sekitar Jakarta. menggunakan bus AKAP.

Tapi mulai 27 Mei 2009 silam. Bus Antar Kota Antar Propinsi (AKAP) dilarang transit di UKI. HAri Rabu siang saya sudah merasakan gelagat yang tidak baik. Menunggu bus AKAP di pasar Cibinong selama hampir satu jam. Pulang masih selamat. Naik bus AKAP dan sampai rumah seperti biasa.

Hari Kamis 29 Mei 2009 seperti biasa saya naik bus 43. Turun di UKI. Kok gak ada bus AKAP. Tanya dengan Pak Polisi. Disarankan ke Kampung Rambutan. Naik Mikrolet ke Pasar Rebo. Kemudian menyambung lagi ke Kampung Rambutan. Ongkos menjadi bengkak. Belom lagi jajannya. Kelaparan euy. Hari itu perjalanan saya pergi pulang ke tempat kerja 8 jam. Padahal ngajar cuma 2 jam. cape deh…

Hari berikutnya nyaris sama. Nunggu bus AKAP hampir satu jam. Lutut nyaris rontok. Sampai dirumah lebih lama dari biasanya. Rasanya ingin punya mobil sendiri. Seandainya semua penumpang berpikiran sama dengan saya. Kemudian merealisasikan keinginan tersebut. Bakal tambah macet nih Jakarta.

Kapan seh Pemda DKI menelurkan kebijakan yang berdasarkan survei. Yang memihak rakyat banyak. Mungkin kalau saya yang jadi gubernurnya kaleee :D

Prita Mulyasari

Posted by: rleni on: June 4, 2009

Akhir-akhir ini tengah ramai dibicarakan kasus yang menimpa  Prita Mulyasari. Seorang ibu dengan dua anak. Saya menyampaikan rasa keprihatinan yang mendalam terhadap beliau.

Saya jadi teringat. Saya juga pernah mengalami ketidaknyamanan.  Berkaitan dengan dokter dan berurusan dengan rumah sakit.

Waktu saya hamil anak pertama, saya rutin periksa kandungan ke salah satu praktek dokter. Saya memang memeriksakan kandungan saya rutin dengan dokter tersebut. Namun dengan demikian saya berkeinginan melahirkan dengan dibantu oleh bidan saja.

Si dokter mengatakan bahwa saya akan melahirkan setelah lebaran. Sekitar awal bulan November 2004. Sampai awal Desember 2004 belum melahirkan juga tuh. Meleset. Akhirnya tanya dengan sepupu suami. Sepupu suami ini dokter spesialis jantung. Menurut dia saya akan melahirkan sekitar 17-19 Desember 2004. Ternyata anak pertama saya lahir tanggal 19 Desember 2004 jam 10.50. Laki-laki. Lutfan Nizami Arivain.

Hamil anak kedua. Saya mendapat informasi. Bahwa dokter tempat saya memeriksakan kandungan waktu hamil anak pertama itu ternyata bukan dokter spesialis kandungan. Hanya dokter umum.  Saya pindah ke salah satu rumah sakit umum terdekat. Seingat saya, rumah sakit ini sudah ada sejak ibu saya melahirkan anak ke tiga. Tahun 1978.

Dokter spesialisnya ramah. Ramah dalam artian sebenarnya. Bukan rajin menjamah. Pasiennya banyak. Mengantri untuk masuk kamar periksa bisa satu jam sendiri. Masuk kamar periksa juga tidak langsung ketemu sang dokter. Ketemu perawat dulu untuk di cek tekanan darah dan ditimbang berat badan. Kemudian menunggu lagi selama kurang lebih setengah jam. Ini baru giliran dokter memeriksa detak jantung s jabang bayi. Jadi urusan ini menghabiskan waktu hampir tiga jam. Padahal tatap muka dengan dokter gak sampai 15 menit.

Begitu terus selama hampir sembilan bulan. Diperkirakan si jabang bayi lahir sekitar tanggal 16 April 2006. Tanggal 4 April 2006 pagi, saat berangkat sekolah saya merasakan perut saya mulas. Siang harinya rasa mulas itu muncul lagi. Begitu pula sore hari. Malamnya seperti yang dijadwalkan saya memeriksakan kandungan saya.

Saya sampaikan bahwa hari ini saya sudah tiga kali merasakan mulas. Sang dokter spesialis kandungan tersebut mengatakan kandungan saya baik-baik saja. Saya diberi obat. Setelah saya tebus di apotik. Saya merasa aneh. Kok Dulcolac sih?. Bukannya ini obat pencahar. Tapi yang namanya percaya pada dokter. Obat itu saya minum juga.

Jam 3.00 dini hari keluar bercak merah. Saya berfirasat bahwa sebentar lagi akan melahirkan. Jam 4.00 saya ke bidan. Ternyata benar adanya. Jam 05.10 saya melahirkan anak kedua. Perempuan. Lyra Erisa Belaltrix. Saya kecewa dengan dokter spesialis itu. Bagaimana dia tidak mengetahui perkembangan kehamilan saya.

Saya memilih lahir dibidan pun ada alasan tersendiri. Menurut referensi yang pernah saya baca. Bidan relatif lebih sabar dibanding dokter dalam hal penanganan proses kelahiran normal. Selain itu saya tidak ingin menjadi objek komersil dokter. Yang sedikit-sedikit merekomendasikan operasi caesar.

Bukan tanpa dasar. Operasi caesar merupakan salah satu operasi besar loh. Kerjanya sebentar bila di banding dengan proses melahirkan biasa. Tapi uang yang diterima jauh lebih besar dari pada menunggui proses kelahiran biasa.

Kemudian segala akibat yang ditimbulkan pasca proses operasi menjadi tanggungan pasien. Maksudnya gak ada garansi kalau misalnya terjadi efek yang tidak diinginkan. Salah seorang teman pernah keluar cairan dibekas jahitan setelah operasi. Teman yang lain masih sering mengalami gatal dibekas jahitan. Padahal anaknya udah SD kelas 1.

Para ibu guru disekolah saya yang pernah mengalami persalinan normal dan persalinan melalui operasi caesar merekomendasikan persalinan normal. Alasannya, penderitaan pasca operasi caesar lebih dashyat dibanding penderitaan pasca melahirkan normal. Ada benarnya. Saudara ipar saya baru bisa berjalan setelah tiga hari operasi dilakukan. Itu pun dengan dipapah adik saya.

Disamping itu menurut mereka pada jaman dahulu hampir semua perempuan bisa kok melahirkan normal, gak peduli yang pinggulnya kecil, yang plasenta bayinya pendek, yang jalan keluarnya tertutup plasenta, dan lain-lain.

Trus bagaimana cara agar saya bisa melahirkan secara normal? pertanyaan saya. “Banyak jalan kaki ketika usia kandunganmu sudah mulai tua” Jawab para ibu guru tersebut.

Pernah juga saya mengalami keluhan nyeri dipergelangan kaki dan lutut.  Pasca banjir bandang tahun 2007. Saya ke praktek dokter umum. Diberi suatu obat. Harga perlembarnya Rp 30 000,00 sampai lembar kedua masih tidak reda juga. Saya simpulkan jika obat habis maka rasa nyeri itu datang lagi.

Telepon lagi sepupu suami. Si dokter spesialis jantung ini menanyakan obat yang diberikan. Ternyata itu hanya obat pereda rasa sakit. Pantas, jika obat habis maka rasa nyeri itu datang lagi. Saya diberi obat sejenis yang berfungsi sama. Obat generik. Hanya Rp 2 500,00 per lembar.

Hah…. bedanya jauh banget. Rp 30 000,00 dengan Rp 2 500,00. Fungsinya sama. Ketika saya tanyakan penyebab penyakit saya ini. Dia mengatakan bahwa saya kurang olah raga. Terutama olah raga jalan kaki. Sejak itu saya rajin jalan kaki. Alhamdulillah. Tidak lagi mengalami keluhan itu.

Saya merasa pasien berada dalam posisi yang sangat lemah bila berurusan dengan dokter maupun dengan rumah sakit.

Beruntung terdapat tiga orang dokter di keluarga besar suami. Tiga orang ini satu generasi dengan suami. Hanya satu yang ada hubungan darah dengan suami. Yang dua lagi karena hubungan perkawinan. Mereka masing-masing bersuamikan sepupu suami saya.

Sepertinya generasi berikutnya harus ada dokter lagi deh.  Dokter yang benar-benar dokter. Yang kompeten dibidangnya.

Status Hari Sabtu

Posted by: rleni on: June 4, 2009

Semua pegawai Pemda DKI Jakarta terikat lima hari kerja. Sesuai peraturan Pemda bahwa hari kerja dimulai pada hari Senin sampai jum’at. Khusus untuk guru  jumlah jam kerja dalam seminggu 37,5 jam. Dimulai dari jam 6.30 sampai dengan selesai. Sampai dengan selesai ini berbeda antara satu sekolah dengan sekolah lain. Bagi Sekolah Menengah Umum (SMA) juga berbeda-beda. Disekolah saya jam kerja berakhir sampai dengan jam 15.00.

Berdasarkan peraturan Pemda itu berarti hari sabtu bukan merupakan hari kerja. Namun kenyataannya, seringkali saya dan mungkin juga guru-guru sekolah lain, terkondisikan bekerja di hari Sabtu. Yang paling menyedihkan adalah bahwa Pemda tidak menganggap hari tersebut sebagai lembur.

Sekolah pun terkadang menutup mata. Dalam artian tidak ada kompensasi sebagai hari lembur buat kami para guru yang bersedia meninggalkan keluarga pada hari sabtu untuk memenuhi tugas dari sekolah. Kalaupun diberikan kompensasi, tidak senilai dengan waktu yang terampas karena meninggalkan keluarga.

Tahun ajaran lalu malah sekolah kami masih ada jam belajar pada hari sabtu. Dan saya termasuk yang apes karena ada jam ngajar di hari tersebut. Memang ada hari MGMP. Ketika saya tidak masuk di hari MGMP, penilaian kinerja (Apik) menurun. Saya komplain. Saya menanyakan status hari sabtu kepada kepala tata usaha. Hasilnya pada bulan-bulan berikutnya penilaian kinerja saya lebih baik.

Secara pribadi saya pun tidak bersedia bekerja pada hari sabtu. Gak enak dengan suami saya. Saya ini kan diijinkan bekerja hanya untuk aktualisasi diri. Dan saya bukan tulang punggung keluarga. Kok sekarang sepertinya saya yang lebih sibuk dari suami. Sampai-sampai hari sabtu masih kerja juga. Suami aja gak pernah tuh hari sabtu masuk kerja. Apalagi kalau dibanding-bandingkan antara gaji saya dan gaji suami. Jadi tambah malu nih.

Lama-kelamaan saya jadi berpikir, kok saya jadi melebihi pekerja kantoran. Padahal dulu ketika memutuskan jadi guru salah satu pertimbangannya adalah jam kerja yang lebih sedikit dan fleksibel jika dibandingkan dengan bekerja di kantor.

Kereta Ekspress

Posted by: rleni on: May 12, 2009

Anak saya yang pertama.  Lutfan. Senang sekali dengan film Thomas and Friends. Sebuah film tentang  pulau Sodor dengan alat transportasi mayoritas dipulau tersebut adalah kereta api. Saya sendiri kagum dengan orang-orang yang bekerja membuat film tersebut. Sebuah film yang pasti gak mudah bikinnya dan butuh investasi besar.

http://static.howstuffworks.com/gif/how-thomas-the-tank-engine-works-1.jpg

Karena itulah saya bermaksud mengajak kedua anak saya naik kereta api. Kalau hanya sekedar jalan tapi gak ada tujuan, suami saya enggan. Ditambah ada kasus penculikan anak seorang pedagang kaki lima di salah satu stasiun kereta api Jabotabek. Hati saya jadi ciut juga.

Hari Sabtu lalu, suami saya mengajak ke rumah orang tuanya. Saya usul naik kereta api. Suami saya cari informasi tentang stasiun terdekat dari rumah kami. Cari tahu jadwal keberangkatan kereta api. Kereta  api ekspress tepatnya. Pokoknya yang ber-AC. Sebab kalau gak, mana tahan dengan asap rokok.

Jam 9.31 kereta api Pakuan jurusan Bogor-Jakarta lewat di stasiun Bojong. Saat itu saya sedang beli tiket. Harga tiket Rp 11 000,00 untuk satu kali keberangkatan per orang. Akhirnya kami buru-buru naik. Karena kereta cuma berhenti sebentar.

Berbeda dengan kereta api kelas ekonomi jurusa Bogor-Jakarta. Ini kereta cukup bersih dan bagus. Lama perjalanan satu jam. Kemudian dilanjutkan naik kereta api ke Bekasi. Kereta api ekonomi AC.Harga karcis Rp 5 000,00 untuk satu kali keberangkatan per orang. Jakarta – Bekasi ditempuh dalam waktu lebih kurang 30 menit.

Lutfan benar-benar senang dan sangat menikmati perjalanan dengan menggunakan kereta api. Setiap kereta kami berpaspasan dengan kereta lain, dia heboh dan berseru: “Kereta. Kereta.” Anak kedua saya. Lyra. Awalnya agak takut. Tapi gak lama kemudian sudah bisa menikmati perjalanan.

Perjalanan pulang masih menggunakan kereta api. Kemdian dilanjutkan dengan makan malam di restoran Mie Radja. Hari itu beaya rekreasi keluarga kami Rp 120 000,00. Relatif murah untuk menyenangkan hati anak-anak saya.

Aku dan Rumahku

Posted by: rleni on: May 12, 2009

Sejak menikah di bulan Agustus 2003, saya dan suami tinggal dirumah orang tua saya. Bulan Juni 2004 suami menghadiri pameran perumahan. Koleksi brosur-brosurnya. Pilihan ada di Tangerang, Bekasi, Citayam, Depok, dan Cimanggis. Hasil diskusi dipilihlah sebuah perumahan di kawasan Cimanggis. Perum Persada Depok.

http://www.geocities.com/ech_id/images/persada.jpg

Perum Persada Depok. Dipilih dengan beberapa keunggulan. Dikelilingi 3 lapangan golf. Emeralda, Bukit Golf dan Jagorawi Golf. Kompleknya tidak terlalu besar. Berisi 400 unit rumah. Terdiri dari tipe 36, 45, dan 60. Lahan perkavling relatif luas jika dibanding dengan lahan untuk rumah tipe sejenis di tempat lain. Sehingga rumah-rumahnya tidak padat. Hanya ada satu pintu gerbang keluar masuk komplek.

Untuk menuju lokasi perumahan dengan angkutan umum, ke terminal Cibinong dahulu kemudian naik angkot nomor 68. Berjarak kurang lebih 4 km dari pintu tol Cimanggis. Sehingga jika menggunakan mobil pribadi. Masuk tol Jagorawi kemudian keluar di pintu Cimanggis. Bisa juga lewat jalan raya Bogor kemudian di km 41 belok ke jalan Cilangkap atau lewat samping Carrefour Cibinong di km 44.

Pertama survei, hanya suami yang datang. Tinggal rumah yang di hook. Harganya diluar budget. Minggu berikutnya ditelepon depeloper. Ada yang batal booking. Akhirnya saya booking tipe 45 standar dengan luas lahan 138 m2. Sebenarnya diluar budget juga. Budgetnya tipe 36. Tapi harga rumah tipe 45 ini lebih murah dari pada rumah-rumah bertipe sama di daerah lain. Rumah yang saya dapat ini menghadap tanah lapang seluas 6 000 m2. Jadi pemandangannya benar-benar luas.

Disepakati akad kredit bulan Desember 2004. Saya baru tiga hari melahirkan anak pertama. Konon kabarnya selama 40 hari gak boleh keluar rumah dulu. Dengan sedikit negosiasi alot dengan ibu, saya ke kantor pemasaran. Ditemani suami dan mertua laki-laki. Saya harus datang karena rumah itu atas nama saya. Tanda tangan akad kredit.

Walau dibeli akhir tahun 2004, saya dan keluarga menempatinya akhir tahun 2007. Dengan sedikit renovasi. Tambah satu kamar tidur. Dapur dipindah ke halaman belakang.

Ditaman depan ditanam rerumputan, pohon jambu air, delima, mahkota dewa, anggur, sirih, dan melati. Ruang utama lebih berfungsi sebagai ruang kerja, perpustakaan dan ruang bermain anak-anak saya. Diruang ini tidak ada sofa. Diruang utama ini terdapat meja kerja suami dan dua lemari buku.

Tempat favourit keluarga kami adalah ruang nonton tivi. Karena kami sekeluarga sering berada disini. Ruangan ini sebenarnya menyatu dengan ruang utama. Ada sofa bed. Sofa ini sering jadi ajang kumpul-kumpul keluarga saya. Selain itu, sering jadi ajang lompat anak-anak saya.

Dari tiga kamar tidur yang ada. Di Kamar tidur utama ada meja kerja, satu lemari pakaian, satu lemari dan satu rak berisi barang-barang suami. Kamar tidur utama lebih berfungsi sebagai ruang sholat dan ruang ganti baju. Kadang menjadi ruang kerja saya. Kamar tidur kedua terletak dibelakang. Dikamar tidur kedua ini kami sekeluarga tidur. Kamar tidur ke tiga lebih berfungsi sebagai gudang.

Ruang makan ada dihalaman belakang menyatu dengan dapur, tempat cuci baju dan taman. Ditaman belakang ini ditanami rumput, pohon jambu air, alpukat, mahkota dewa, pandan, dan rambutan. Tempat cuci baju kadang jadi kolam renang anak-anak saya.

Dari semua orang yang pernah berkunjung, selalu memberikan kesan positif tantang rumah dan lokasinya Mudah dijangkau. Baik dengan mobil pribadi maupun dengan angkutan umum. Berudara sejuk. Apalagi dikelilingi  tiga lapangan golf.  Suhu dalam rumah pada siang hari rata-rata 29-30 derajat Celicius. Pada malam hari rata-rata  berkisar antara 26-28 derjat Celcius.

Lingkungan relatif aman. Keluarga-keluarga yang tinggal disini pada umumnya adalah keluarga muda yang berpendidikan baik. Baru-baru ini disalahsatu lahan fasilitas umum dibangun pukesmas dan sudah beroperasi.

Benar-benar Home Sweet Home bagi saya dan keluarga.

WORKSHOP SBI MIPA UNIVERSITAS NEGERI MALANG 2009

Posted by: rleni on: May 5, 2009

Latar Belakang

Berbagai kebijakan ditempuh pemerintah  untuk meningkatkan mutu pendidikan, salah satunya dengan meningkatkan status sekolah-sekolah dari SSN menjadi rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI). Sekolah yang diharapkan nantinya  akan menjadi sekolah bertaraf internasional (SBI). Sekolah-sekolah  ini adalah sekolah yang memenuhi seluruh standar nasional pendidikan dan diperkaya dengan muatan-muatan yang mengacu pada standar pendidikan dari negara-negara maju. Dalam Undang Undang  Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 50 ayat 3 disebutkan bahwa Pemerintah dan/atau Pemerintah Daerah menyelenggarakan sekurang-kurangnya satu satuan pendidikan pada semua jenjang pendidikan untuk dikembangkan menjadi satuan pendidikan bertaraf internasional.

Beberapa sekolah saat ini banyak yang naik peringkat untuk menjadi sekolah RSBI. Oleh karena itu, Jurusan Matematika dan jurusan-jurusan IPA di  FMIPA Universitas Negeri Malang sebagai perguruan tinggi eks LPTK memandang perlu untuk ikut bertanggungjawab atas keberhasilan pelaksanaan RSBI dengan lebih memantapkan kurikulum RSBI di sekolah. Untuk itu perlu  dilakukan workshop tentang penyusunan atau peninjauan kurikulum, terutama tentang isi materi atau silabi. Penelaah kurikulum diawali dengan kurikulum nasional (KTSP), beberapa kurikulum negara maju, dan pemetaan materi. Kegiatan ini juga akan memanfaatkan fasilitas internet sebagai sarana untuk memperlancar penelaahan.

Tujuan
1.Mengembangkan wawasan tentang kurikulum, kurikulum nasional maupun kurikulum dari beberapa negara lain,
2.Memanfaatkan internet sebagai media akses kurikulum internasional dan sumber teaching material,
3.Memetakan kurikulum dan menyusun silabi RSBI,
4.Mengembangkan bahan ajar.

Peserta
sekolah(SD,SMP,SMA) yang berencana menyelenggarakan RSBI, dan pihak lain yang tertarik dengan RSBI. Diharapkan peserta membawa Laptop dilengkapi wifi untuk akses internet dan Silabus dari sekolah masing-masing.

Waktu Pelaksanaan

Hari               : Sabtu,  27 Juni 2009
Pukul             : 07.30 – 17.00
Tempat          : Jurusan Matematika FMIPA

Universitas Negeri malang

Ged. O7 Jl. Gombong Malang

Biaya & Fasilitas
peserta dikenakan kontribusi sebesar Rp.200.000,00
Fasilitas yang disediakan berupa Workshop Kit, Kudapan,dan Sertifikat.

Bentuk Kegiatan

Kegiatan workshop ini dilaksanakan secara paralel berdasarkan matapelajaran: Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi yang akan disampaikan oleh Tim Pengembang SBI MIPA.

Pendaftaran

Pendaftaran sebagai peserta workshop dapat dilakukan melalui surat, email, atau fax ke alamat:
Surat             : Jurusan Matematika FMIPA UM
Jl. Surabaya no 6 Malang
Tlp/Fax        : 0341  552182
E-mail           : santira99@yahoo.com

Pendaftaran paling lambat 19 Juni 2009 Pembayaran dapat melalui rekening BNI :
No rekening  : 0053080439
a.n.                   : Santi Irawati

Kontak Person

Dr. Santi Irawati, M.Si : HP. 08123365383
E-mail: santira99@yahoo.com

Latar Belakang

Indonesia sebagai salah bangsa yang sedang berusaha bangkit dari keterpurukan dan keluar dari krisis global, perlu mendapatkan dukungan dan pemikiran dari semua pihak, termasuk dari matematika-wan dan Pendidik matematika.Terutama untuk berpartisipasi dalam mendorong terwujudnya bangsa yang maju dan mandiri melalui karya bakti pendidikan, penelitian, dan pengabdian. Hanya dengan kemajuan dan kemandirian itulah bangsa ini bisa bangkit menjadi bangsa yang bermartabat.

Matematika yang dikenal sebagai ilmu dasar sangat dibutuhkan dalam membantu membangun peradaban yang maju, terutama dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek). Kontribusi matematika dalam kemajuan bangsa sudah sangat nyata. Peranan matematika dalam pengembangan penalaran yang logis, pola pikir deduktif, dan konsisten dalam sistemnya merupakan sumbangan penting dalam pengembangan bidang-bidang lain seperti sosial, politik, ekonomi, hukum, dan teknik/industri.

Dalam rangka penyebarluasan  karya bakti berupa hasil penelitian atau kajian di bidang ma-tematika dan pendidikan matematika, maka Ju-rusan Matematika FMIPA UM mengadakan Seminar Nasional dengan Tema MATEMATIKA UNTUK KEMANDIRIAN BANGSA.

Tujuan

Tujuan dari Seminar Nasional ini adalah sebagai berikut.
1. Sebagai wadah untuk mempublikasikan ha-sil-hasil penelitian atau kajian dalam lingkup matematika dan pendidikan matematika,
2. Membangun kesinambungan antara lembaga pendidikan, lembaga penelitian, dan dunia industri di dalam mengembangkan dan mengaplikasikan matematika dan pendidikan matematika menuju bangsa yang maju dan mandiri.

Topik & Peserta

* Pendidikan matematika
* Aljabar
* Analisis
* Statitstik
* Matematika terapan dan komputasi

Peserta seminar adalah dosen, guru, mahasiswa, dan masyarakat umum yang berminat.

Waktu Pelaksanaan

Seminar dilaksanakan:
Hari/Tanggal        : Minggu, 28 Juni 2009
Jam                           : 08.00 – 16.00 WIB
Tempat                    : Gedung Sasana Budaya
Universitas Negeri Malang
Jl. Semarang no. 5 Malang

Bentuk Kegiatan

Kegiatan Seminar Nasional ini dilaksanakan dalam bentuk:
1. Seminar umum (pleno), pembicara:

* Prof. Dr. Edy Tri Baskoro (ITB) – Anggota Badan Standar Nasional  Pendidikan (BSNP)
* Prof. Dr. Akbar Sutawidjaja (UM) – Guru Besar Pendidikan Matematika
* Prof. Dr. Sri Wahyuni (UGM) – Presiden Himpunan Matematika Indonesia, 2002-2006§

2. Seminar Parallel, dikelompokkan berdasarkan Topik bidang keahlian.

Abstrak & makalah

Pengumuman Penerimaan          : 14 Juni 2009
Makalah Lengkap                             : 21 Juni 2009

Format Abstrak:
Diketik dalam Bahasa Indonesia & Bahasa Inggris
Maksimum terdiri 1 halaman, jenis huruf Time New Roman 11 point, 1 spasi.
Memuat judul, nama penulis, instansi dan alamat e-mail (jika ada)
Format makalah:
Makalah maksimum 10 halaman,  spasi 1,5, jenis huruf Time New Roman 12 point, margin kiri 4 cm, margin kanan, atas, bawah 3 cm. Halaman sampul diberi tema seminar.

Abstrak dan makalah dapat dikirim langsung atau melalui e-mail:
sn_mat_um@yahoo.co.id

trihapsari@mat.um.ac.id

lathiful_anwar@um.ac.id

Penerbitan prosiding dilakukan setelah seminar. Makalah yang dimasukkan prosiding melalui proses seleksi dan atas permintaan pemakalah. Biaya pemesanan prosiding Rp. 100.000,-

Biaya Pendaftaran

Biaya Seminar:
Pemakalah                                 : Rp 250.000,-
Peserta Umum/Dosen          : Rp 150.000,-
Peserta Guru/Mahasiswa    : Rp.100.000,-

Pembayaran dilakukan langsung ke Sekretariat Seminar atau ditransfer via Bank BNI dengan Nomor Rekening:  0052454908
a.n. Tri Hapsari Utami.
Konfirmasi pembayaran dilakukan sms ke 081334627474 (Tri Hapsari). Bukti transfer dikirim ke sekretariat seminar bersama form pendaftaran. Biaya Seminar dapat pula dibayarkan pada saat registrasi di tempat seminar.

Tempat Pendaftaran:

Pendaftaran sebagai peserta seminar dapat dilakukan melalui surat, e-mail atau fax ke alamat:
Jurusan Matematika FMIPA UM
Jl.Surabaya No.6 Malang 65145
E-mail: sn_mat_um@yahoo.co.id

trihapsari@mat.um.ac.id

lathiful_anwar@um.ac.id

Fax:     0341-552182

Pendaftaran paling lambat 21 Juni 2009

Fasilitas:

Seminar Kit, Kudapan, dan  Sertifikat.

  1. Kontak Person
    Tri Hapsari, HP 081334627474
    Lathiful Anwar, HP 085736000673
    E-mail: sn_mat_um@yahoo.co.id

Tri_hapsari@mat.um.ac.id

lathiful_anwar@um.ac.id

NIP

Posted by: rleni on: April 25, 2009

Jangankan bagi saya yang kebetulan hanya setahun saja menjadi guru honor. Bagi guru-guru yang telah mengawali karir sebagai guru honor sejak tahun 1990an maka tiga huruf di atas menjadi hal yang sangat-sangat penting.

Sejak diangkat sebagai guru kontrak tahun 2003 dan kemudian menjadi guru ptt mulai tahun 2004. Selalu diminta bersabar. Sedang proses CPNS. Selalu begitu. Bahkan sampai saat tulisan ini diturunkan.

Untuk itu, ketika ada informasi bahwa kami bisa melihat xxx kami di kantor yyy yang terletak di kawasan ciracas. Maka kelompok guru ptt disekolah kami langsung menindaklanjuti informasi tersebut. Mencari tahu tentang kebenaran berita tersebut. Kemudian mencari hari yang cocok untuk kesana.

Semua orang ingin mengetahui berapakah xxx-nya. Bahkan ada yang tidak bisa tidur karena penasaran. Disekolah saya ada 13 orang guru ptt. Disepakati hari jumat minggu lalu kami akan ke sana. Seperti biasa, saya bagian ke-sekretariatan. Ada teman yang bersedia menjadi bendahara. Karena gak mungkin kan hanya say “thank you” disana. Salah seorang teman lain secara suka suka rela meminjamkan mobilnya. Tapi gak ada supir. Cari-cari supir dulu. Sorang teman guru honor bersedia membantu kami.

Ba’da sholat jumat disepakati meluncur ke kantor yyy. Sang supir gak muncul-muncul. Ditelepon gak nyambung-nyambung. Saya dan seorang teman menyambangi kos-kosannya. Eh ternyata dia pergi nganterin siswa. Duh… kebayang deh teman-teman ptt pada ngedumel.

Setelah menunggu selama sekitar satu jam. Suami teman yang meminjamkan mobil itulah yang jadi supirnya. Benar-benar berpetualang. Karena gak tau alamat pasti kantor yyy tersebut. Sempat nyasar masuk tol lingkar luar Jakarta. Akhirnya tiba juga di kantor tersebut.

Alhamdulillah. Saya dan teman-teman ada xxx-nya. Yang berwenang mengeluarkan SK adalah kantor zzz.

April 9 2009

Posted by: rleni on: April 13, 2009

Pertama jadi pemilih di pemilu 1997. Golput. Selain masih kuliah di Malang, saya gak melihat peserta pemilu yang ada akan membawa Indonesia jadi lebih baik. Abis tiga dalam satu seh. Maksudnya, mau pilih yang manapun diantara tiga yang tersedia, tetap aja di setir sama satu orang.

Pemilu tahun 1999. Golput lagi. Masih Bingung milih. Banyak partai Baru. Belum tau sepak terjang partai-partai tersebut. Setelah 5 tahun berlalu. Pemilu tahun 2004, saya punya pilihan. Partai Kesukaan Saya.

Makanya pemilu tahun 2009 ini saya berharap masuk DPT. Masih tetap setia dengan Partai kesukaan Saya. Walau iklan terakhirnya “Emang mejikuhibiniu bisa Partai Kesukaan Saya?” merupakan iklan yang payah. Setidaknya menurut sebagian orang.

Pada hari Rabu pagi  tanggal 8 April 2009 saya baru mendapat kepastian mencontreng di wilayah mana. Suami saya memberitahukan bahwa sudah ada undangan mencontreng buat hari kamis tanggal 9 April 2009. Di tempat tinggal saya yang baru. Dapil Depok. Emang bulan lalu sempat ada pendataan dilingkungan saya. Saya pikir bukan buat pendataan DPT.

Padahal saya pikir bakal nyontreng di DKI. Untuk dapil DKI, sudah ada gambaran caleg yang bakal dicontreng. Caleg dari Partai Kesukaan Saya. Baik caleg DPR dan DPRD. Salah satu pasangan calon gubernur dan wagub DKI periode pilkada yang lalu.

Kalau di tempat tinggal saya yang sekarang ini. Belum ada gambaran mau nyontreng caleg yang mana. Walaupun saya sering mendapati wajah-wajah caleg di sepanjang ruang terbuka di daerah saya tersebut. Saya masih tidak tahu mau contreng yang mana. Habis yang terpampangkan hanya wajah mereka dengan pose terbaik. Selebihnya saya gak tau apa-apa tentang mereka.

Saya tidak sedang memilih Bapak dan Ibu Caleg untuk menjadi coverboy atau covergirl  :)

Waktu hari H tiba. Saya dan suami (juga anak-anak saya) ke TPS. Kertasnya lebar banget.  Suami saya lama banget. Dia mah sengaja baca-baca itu kertas suara. Kapan lagi katanya.

Saya akhirnya mencontreng partai. Sekali lagi Partai Kesukaan Saya. Saya cari Partai Kesukaan Saya mana ya? By the way, spidolnya kok sama dengan spidol kalau saya mengoreksi hasil ulangan murid-murid saya :D

Tips Mengusir Tikus

Posted by: rleni on: April 7, 2009

Saya tinggal disebuah komplek perumahan yang jaraknya lebih kurang 4 km dengan waktu tempuh 5 menit dari pintu keluar tol Cimanggis. Tol Jagorawi.

Sebuah komplek yang alhamdulillah nyaman. Pintu gerbang komplek hanya satu. Hanya berisi kurang lebih 400 unit rumah. Mulai tipe 36 sampai dengan tipe 60. Tanah yang relatif luas. Sehingga rumah-rumahnya gak padat.

Rumah saya tipe 45 dengan luas tanah 138 m2. Didepan rumah terbentang tanah lapang milik pemda Depok yang luasnya 6000 m2. Semua orang yang pernah berkunjung berkomentar posistif tentang my home sweet home :)

Oleh suami saya, dapur dipindah keluar rumah utama, menyatu dengan halaman belakang. Biar kalau mau masak-masak di malam hari gak bikin rumah jadi pengap. Gitu alasannya.

Setahun masih asik. Tapi beberapa bulan lalu, saya mulai tertanggu. Ada tikus yang sering berkunjung. Suka bab semaunya. Paling parah itu mahluk bau pipisnya…. Mengganggu suasana damai dan indahnya halaman belakang rumah saya. Udah dikasih perangkap. Dapet seh. Teman-temannya tetap aja datang.

Tapi sekarang udah gak ada kunjungan tikus lagi. Kok bisa gitu? Sejak di kasih kapur barus di beberapa tempat. Di bawah mesin cuci. Di bawah meja kompor. Di bawah lemari piring. Itu kapur barus yang ukurannya sebesar bola pingpong. Biasanya untuk toilet.

Blog Stats

  • 34,593 hits

 

July 2009
M T W T F S S
« Jun    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031