Semangka

Di harian Kompas Sabtu 19 Mei 2007 pada halaman 22 terpampang foto hasil bidikan wartawan harian ini. Foto tersebut berjudul “Panen Semangka Tanpa Biji”. Selain gambar ada juga keterangan berupa kata-kata: “Herianto (25) memegang semangka tanpa biji yang dilemparkan temannya untuk di naikkan ke atas kendaraan bak terbuka di Desa Sei Beras Sekata, Kecamatan Sunggal, Deli Serdang, Sumatra Utara, Rabu (16/5). dst” Tampak pada gambar setumpukan buah semangka di atas kendaraan bak terbuka. Terlihat juga tiga orang laki-laki dengan dua diantaranya sedang memegang semangka. Latar belakang foto tersebut adalah hamparan tanah merah sepertinya pohon semangkanya telah dicabut sedang sebagian lain masih terdapat kebun semangka. Sedang semangka yang terlihat ada dua bentuk dan dua macam warna.

Saya tertarik melihatnya. Karena saya merasa ada yang tidak nyambung antara judul foto dengan semangka-semangka yang terlihat. Gambar semangka yang disebelah kiri dan semangka yang dipegang kedua orang tersebut berbentuk bulat, berwarna dasar hijau muda dengan garis-garis bujur berwarna hijau tua. Dua warna ini terlihat jelas perbedaannya. Semangka-semangka yang di sebelah kanan berbentuk lonjong berwarna hijau tua seperti warna hijau pada garis-garis bujur semangka jenis yang di sebelah kirinya. Tidak ada garis-garis bujur pada semangka di sebelah kanan ini.

Berdasarkan pengalaman saya dalam hal membeli semangka, tampilan fisik antara semangka tanpa biji dan semangka biji itu dapat dibedakan. Khususnya semangka merah.

Pada foto tersebut, semangka-semangka yang berada di sebelah kiri dan semangka yang dipegang dua orang tersebut bisa jadi adalah semangka merah dengan biji. Yap. Ciri-ciri semangka merah dengan biji adalah berbentuk bulat, berwarna dasar hijau muda, dan terdapat garis-garis bujur berwarna hijau tua. Antara warna dasar dan garis-garis bujur ini terlihat jelas perbedaannya.

semangka biji

Foto semangka merah dengan biji. Sumber: Google

Kadang-kadang ada penjual nakal yang menjual jenis semangka merah biji tapi ngakunya semangka merah tanpa biji. Untuk menyakinkan pembeli si penjual memberi sampel berupa semangka biji yang telah dibelah. Tapi sebelum dipajang biji-biji yang terlihat pada belahan tersebut telah dipreteli sehingga seolah-olah tidak ada bijinya.

Kadang juga ada penjual semangka tanpa biji tetapi dagangannya dicampur dengan semangka biji. Bagi pembeli yang kurang teliti bisa jadi terkecoh salah ambil. Maksud hati mau ambil semangka tanpa biji apa daya karena gak ngerti bedanya malah terambil semangka biji. Btw, kakak saya pernah terkecoh tuh.

Ini terjadi karena harga per kilogram semangka tanpa biji lebih mahal bila dibandingkan dengan harga per kilogram semangka biji. Selisih antara Rp. 1000 s.d 2000. Di pasar tradisonal berat satu buah semangka yang dijajakan bisa mencapai 4 s.d 6 kilogram. Lumayan kan selisih harganya.

Sebenarnya jika ditinjau dari rasa, antara semangka tanpa biji dengan semangka biji, menurut saya sama saja. Perbedaannya mungkin terletak pada kenyamanan waktu memakannya. Sebagian orang agak terganggu jika pada waktu mengunyah dan menikmati cita rasa semangka eh tergigit bijinya. Walau pun biji semangka tidak berasa pahit.

Sedangkan semangka yang berada disebelah kanan didalam foto tersebut berbentuk lonjong, berwarna hijau tua seperti warna pada garis-garis bujur semangka biji, tidak memiliki garis-garis bujur. Biasanya ukurannya relatif lebih kecil dari semangka merah tanpa biji atau semangka merah biji. Semangka ini juga termasuk jenis semangka merah dengan biji. Malahan bijinya lebih besar-besar. Sebesar kwaci biji semangka yang rasanya asin itu. Namun demikian jumlah biji didalam buahnya lebih sedikit bila di bandingkan dengan jumlah biji pada semangka merah biji.

Trus ciri fisik semangka merah tanpa biji bagaimana dong? Semangka merah tanpa biji berbentuk bulat, berwarna dasar hijau tua, dan terdapat garis-garis bujurnya berwarna hijau tua juga. Tidak terlalu kelihatan beda antara warna dasar dengan warna garis-garis bujurnya.

semangka tanpa biji

Foto semangka merah tanpa biji. Sumber: Google

Seringkali si penjual memilihkan semangka dengan cara menepuk-nepuk buah semangka. Ah, ternyata ketika dibelah saya justru mendapatkan semangka berwarna merah pucat alias tidak manis. Setelah itu saya tidak mau lagi dipilihkan oleh si penjual. Penjualnya sok tau seh.

Maka dari itu kalau mendapat semangka yang manis, saya selalu memperhatikan ciri-ciri fisiknya. Semangka manis yang saya dapatkan itu biasanya ada bagian kulit yang berwarna kuning. Semakin cerah warna kuningnya maka rasa semangka semakin manis. Dugaan saya warna kuning ini adalah bagian buah semangka yang menyentuh tanah langsung. semakin cerah warna kuningnya berarti semakin lama dia terjemur matahari. Jika semakin lama terjemur matahari berarti usianya juga lebih tua. Pohon semangka itu kan menjalar, jadi buahnya berserakan di atas tanah.

pohon semangka
Foto pohon semangka dan buahnya yang masih muda. Sumber: Google

Selain itu biasanya saya melihat juga lingkaran pada pangkal buahnya. Itu loh kutub yang berlawanan dengan kutub yang terdapat tangkai. Biasanya lingkaran tersebut makin kecil seiring dengan semakin cerah warna kuningnya.

Jadi  ciri-ciri semangka yang manis rasanya adalah:

1.  Memiliki lingkaran yang kecil pada kutub yang berlawanan dengan kutub tangkai.

2. Ada bagian yang berwarna kuning cerah.

Oya, akhir-akhir ini ada juga pedagang di pasar tradisional yang menjual semangka yang telah dipotong-potong. Potongannya lebih tebal jika di bandingkan dengan penjual buah keliling yang menjual semangka potong seharga Rp. 1500. Kalalu sudah dalam keadaan terbuka, pilih semangka yang berwarna merah tua. Semangka warna ini pasti manis. Jika warna semangka merah jambu atau merah pucat maka sudah pasti dia tidak manis. Trus belilah semangka yang sesaat baru dibelah. Membiarkan semangka dalam keadaan terbelah di alam terbuka akan membuat semangka menjadi terasa asam seperti basi. Tentunya sudah tidak enak lagi untuk dimakan. Kecuali bila diberi pendingin berupa es batu seperti yang dilakukan pedagang buah potong keliling.

Semangka kuning berpenampilan mirip semangka merah dengan biji. Kalau untuk membedakan antara semangka kuning tanpa biji dan semangka kuning biji, saya belum mahir. Maaf ya. Habis jarang beli sih. Di pasar tradisonalpun penjualnya sedikit kalaupun bisa dibilang jarang ada yang jual.

Mudah-mudahan semangka yang dimaksud difoto tersebut adalah semangka kuning. Semoga… Sebab kalau gak, bisa terjadi salah persepsi tentang semangka khususnya semangka merah tanpa biji. Atau mungkin saja si wartawan yang memfoto juga gak bisa membedakan jenis-jenis semangka.

About these ads

6 thoughts on “Semangka

  1. terkadang semangka yang manis bisa diberi pemanis,lalu bagaimana membedakan semangka yang asli manisnya dengan semangka pemanis?????????

    lalu,apakah semangka tanpa biji ini meerupakan hasil transgenik????

  2. Mohon infor jika ada kursus budidaya semangka atau melon termasuk teknologi mengawinkan untuk memperoleh biji semangka untuk ditanam menjadi semangka tanpa biji. Terima kasih

    Pak Suwardji
    Mataram

  3. Lumayan dah buat informasi kalo saya mau beli samangka jadi bisa ngebedain dan yang pasti saya bisa berhati-hati biar gak ketipu sama tukang semangka yang iseng….

    Ada ga sih buah semangka tanpa biji yang rasanya super manis???????
    kalo ga ada ntar saya bikin deh….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s