Pendidikan Gratis dan Kesra Guru

guru.jpg

Sebagai orang yang berkecimpung di dunia pendidikan hal ini adalah kabar gembira. Wajib belajar sembilan tahun dapat dinikmati oleh setiap anak Indonesia. Begitu juga sebagai orang tua, berarti anak saya akan mendapat pendidikan gratis minimal s.d wajib belajar 9 tahun.

Disamping itu pemerintah juga memberikan angin segar kepada guru. Berjanji mensejahterakan guru dengan cara memberikan tunjangan perbaikan penghasilan (TPP) yang berasal dari dana APBD.

Guru disekolah negeri terdiri dari PNS, PTT, dan guru honor. Sumber penghasilan PNS adalah daril APBN, APBD, dan Komite Sekolah. Sumber penghasilan PTT adalah dari APBD dan komite sekolah. Sedang sumber penghasilan guru honor adalah dari komite sekolah.

Dari ketiga status ini hanya guru honor yang tidak terikat hari kerja dengan sekolah. Mereka bisa pilih hari tertentu sedangkan pada hari yang lain bisa ngajar ditempat lain pula. PNS dan PTT memiliki kewajiban yang sama tapi mendapatkan hak yang berbeda. PNS dan PTT wajib mengajar minimal lima hari di sekolah tempat mereka ditugaskan. Sedangkan dalam masalah hak PTT tidak mendapat penghasilan dari APBN.

Jika sekolah menarik iuran dari peserta didik maka iuran ini sebagian diberikan kepada guru sebagai sumber penghasilan dari komite sekolah. Dari ketiga sumber penghasilan guru tersebut hanya penghasilan dari komite sekolah yang bisa diandalkan. Karena diberikannya 90% tepat waktu. Semua guru tanpa peduli PNS, PTT, atau honor dipastikan menerima uang ini.

Sumber penghasilan yang berasal dari APBN diberikan setiap tanggal 1 dan hanya untuk PNS. Sumber penghasilan ini biasanya juga diberikan tepat waktu.

Sedangkan sumber penghasilan dari APBD hanya untuk PNS dan PTT. Sumber penghasilan ini terdiri dari kesra dan tunjangan perbaikan penghasilan (TPP). Tanggal diberikannya wallahualam. Celakanya, besar sumber penghasilan ini yang diekspose kemana-mana. Jadi berkesan jadi guru tuh sudah sejahtera.

Alasan keterlambatan pemberian dana kesra dan TPP ini diantaranya adalah APBD belum disetujui DPRD atau menteri dalam negeri, kalaupun sudah disetujui maka hambatan berikutnya adalah transfer dana tersebut ke masing-masing sekolah. Entah nyangkut dimana.

Padahal sebagai contoh, untuk kesra dan TPP periode bulan Januari 2007 s.d april 2007 kami guru-guru PTT SMA baru menerimanya di penghujung bulan Mei 2007. Jadi selama bulan Januari 2007 s.d bulan Mei 2007 kami bertahan hidup hanya dari uang komite sekolah. Sebagai gambaran, uang komite sekolah itu bagi keluarga saya hanya cukup untuk biaya hidup selama seminggu. Keluarga kami terdiri dari suami, istri, dan dua anak batita.

Lebih ironis nasib guru-guru yang disekolahnya sudah tidak menarik iuran. Sudahlah kesra dan TPP gak tau kapan terimanya, tidak dapat uang komite pula. Kalau dipenghujung bulan Mei 2007 baru dapat kesra dan TPP periode bulan Januari s.d April 2007. Trus selama bulan Januari s.d Mei 2007 dapat pemasukan dari mana? Tidak heran bagi sebagian SD negeri guru-gurunya jadi makin tidak bergairah. Jarang masuk. Abis gak punya ongkos. Belum lagi jika sebagian guru-guru ini punya anak usia sekolah. Jangan-jangan anak-anak mereka gak bisa pergi ke sekolah karena orang tuanya tidak punya uang untuk ongkos mereka. Jadi percuma saja pendidikan gratis kalau muridnya gak bisa sekolah.

Kalau pemerintah memang bersungguh-sungguh mau mensejahterakan guru. Mbok yao kesra dan TPP guru diberikan on time tanggalnya. Sehingga guru bisa konsentrasi dalam bekerja.

About these ads

3 thoughts on “Pendidikan Gratis dan Kesra Guru

  1. YA…GIMANA SIKAP PEMERINTAH ITU… DENGAN PENDIDIKAN SAJA SEPERTI ITU BAGAIMANA NEGARA INI MAU MAJU…PADAHAL SAYA ADALAH PTT DARI SLEMAN. SAMPAI HARI INI SAJA KAMI BELUM MENDAPATKAN INSENTIVE DARI BULAN JANUARI…PADAHAL KAMI MASUK TIAP HARI TAK KALAH DENGAN PNS YANG TELAH PUNYA NOMOR…CELAKANYA LAGI KAMI SEBAGAI UWONG CILIK SELALU JADI TIBAN ATASAN KAMI…PADAHAL KAMI TIDAK KALAH DISIPLIN…JADINYA APESLAH KAMI INI… YA MATERI… YA LINGKUNGAN KAMI….

  2. apalagi PTT yang di surabaya jangankan dapat insentif dari APBD ya hanya dapat dari komite saja mereka yang PNS dapat Tunjangan ini , itu, dan lain – lain kita hanya senyum saja

  3. Sama dong… Kadang saya merasa. Guru PNS, PTT (Bantu), atau Honor memiliki kewajiban sama tapi hak jang jauh di bawah keistimewaan hak bagi guru PNS.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s