Math World

Tips Mengusir Tikus

Posted by: rleni on: April 7, 2009

Saya tinggal disebuah komplek perumahan yang jaraknya lebih kurang 4 km dengan waktu tempuh 5 menit dari pintu keluar tol Cimanggis. Tol Jagorawi.

Sebuah komplek yang alhamdulillah nyaman. Pintu gerbang komplek hanya satu. Hanya berisi kurang lebih 400 unit rumah. Mulai tipe 36 sampai dengan tipe 60. Tanah yang relatif luas. Sehingga rumah-rumahnya gak padat.

Rumah saya tipe 45 dengan luas tanah 138 m2. Didepan rumah terbentang tanah lapang milik pemda Depok yang luasnya 6000 m2. Semua orang yang pernah berkunjung berkomentar posistif tentang my home sweet home :)

Oleh suami saya, dapur dipindah keluar rumah utama, menyatu dengan halaman belakang. Biar kalau mau masak-masak di malam hari gak bikin rumah jadi pengap. Gitu alasannya.

Setahun masih asik. Tapi beberapa bulan lalu, saya mulai tertanggu. Ada tikus yang sering berkunjung. Suka bab semaunya. Paling parah itu mahluk bau pipisnya…. Mengganggu suasana damai dan indahnya halaman belakang rumah saya. Udah dikasih perangkap. Dapet seh. Teman-temannya tetap aja datang.

Tapi sekarang udah gak ada kunjungan tikus lagi. Kok bisa gitu? Sejak di kasih kapur barus di beberapa tempat. Di bawah mesin cuci. Di bawah meja kompor. Di bawah lemari piring. Itu kapur barus yang ukurannya sebesar bola pingpong. Biasanya untuk toilet.

Leave a Reply