Surga dan Neraka

Pada suatu hari, saya yang suka kepo ini membaca status teman di whats app. statusnya kurang lebih “Orang banyak maksiat belum tentu masuk neraka. Orang banyak amal ibadah belum tentu masuk surga. Karena dosa maksiat bisa gugur melalui tobat dan pahala amal ibadah bisa gugur karena sifat riya.”

Saya kok, mudah – mudahan hanya saya saja πŸ™‚ membacanya jadi cenderung enggan meninggalkan maksiat dan sekaligus enggan menambah amal ibadah. Tidak masalah sering bermaksiat, toh nanti bisa taubat. Gak apa apa jarang beramal ibadah dari pada nanti jadi riya. Susah loh, terutama saya, menjaga hati untuk tidak riya. Padahal semestinya tidak begitu ya pemiersah. Harapannya kan maksiat berkurang dan amal ibadah bertambah. Itu baru mantul.

Amal ibadah seorang hamba sejatinya tidak menjamin membawa ybs ke surga. Hanya karena rahmat-Nya lah kita bisa ke surga dan hanya ampunan-Nya lah yang bisa membuat kita terbebas dari api neraka. Masalahnya adalah tidak semua orang diberi rahmat surga, dan tidak semua orang diberi ampunan dari ancaman neraka. Karena itu, hendaknya kita banyak memohon rahmat dan ampunan Allah SWT. Nah, segala amal ibadah itu hendaknya bertujuan untuk meraih rahmat Allah SWT, pun dengan taubat, bertujuan untuk mendapat ampunan Allah SWT.

Saya punya ilustrasi. Misalkan pemiersah memiliki dua orang anak. pemiersah bermaksud memberikan hadiah kepada dua anak ini. Syarat dan ketentuannya adalah dua anak ini harus mengikuti petunjuk pemiersah. Petunjuknya adalah “Jauhi semua larangan dan kerjakan segala perintah!” Anak pertama sesuai petunjuk yaitu, menjauhi segala larangan dan melaksanakan segala perintah. Sementara anak kedua tidak sesuai petunjuk, karena sering melanggar larangan dan jarang melaksaankan perintah. Nah pada saat pemberian hadiah, apa pemiersah berkenan memberi hadiah yang sama?

Advertisements

DUPAK

Berikut ini format dupak untuk teman teman pns guru yang akan mengajukan kenaikan golongan. Semoga Bermanfaat.

Teorema Sisa

Kompetensi Dasar mengenai Teorema Sisa di kurikulum Nasional SMA XI IPA: 3.4. Menganalisis keterbagian dan faktorisasi polynomial; dan 4.4. Menyelesaiakn masalah yang berkaitan dengan faktorisasi polynomial.

Teorema Sisa:

f(a) adalah sisa pembagian polynomial f(x) oleh (x – a) .

Bukti:

Misal hasil bagi f(x)  dengan (x – a) adalah h(x) dan sisanya adalah s berarti f(x) = (x – a) h(x) + s

Pilih x = a  dan substitusi nilai x = a ke polynomial f(x) diperoleh f(a) = (a – a) h(a) + s = s

Terbukti bahwa f(a) adalah sisa pembagian f(x) oleh (x – a).

Jika 0 adalah sisa pembagian f(x) oleh (x – a), dikatakan bahwa (x – a) habis membagi f(x) atau f(x) habis dibagi oleh (x – a). Lebih lanjut, (x – a) adalah faktor dari f(x).

Berikut ini contoh soal dan penyelesaian materi teorema sisa.

Soal Anchor USBN Matematika

Soal Anchor adalah soal yang disusun oleh dinas pendidikan dan wajib diujikan dalam Ujian Sekolah Bertandar Nasional (USBN).  Di bawah ini  soal essai anchor Matematika Peminatan IPA tahun 2017/2018 berikut penyelesaiannya.

Kompetensi Dasar:

3.4. Menjelaskan keberkaitan turunan petama dan turunan kedua fungsi dengan nilai maksimum, nilai minimum, selang kemonotonan fungsi, dan kemiringan garis singgung, serta titik belok, dan selang kecekungan kurva fungsi trigonometri;

4.4. Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan nilai maksimum, nilai minimum selang kemonotonan fungsi, dan kemiringan garis singgung, serta titik belok, dan selang kecekungan kurva fungsi trigonometri;

Indikator:

Peserta didik dapat menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan nilai optimum menggunakan turunan fungsi trigonometri.

Soal:

34. Sebuah talang air terbuat dari lembaran seng yang lebarnya 60 cm dengan cara melipat lebarnya menjadi 3 bagian yang sama. Besar sudut dinding talang dengan bidang alas adalah a , dan a sudut lancip. Tentukan ukuran sudut a agar volume air maksimum dengan terlebih dahulu membuat sketsa talang tersebut, dan tulis langkah – langkah penyelesainnya!

Sebaran Peluang (2)

Pada ruang sampel sebuah kantong Β berisi 5 bola merah dan 4 bola biru, dilakukan percobaan mengambil secara acak dua bola. Terdapat tiga proses pengambilan yang menghasilkan dua bola yaitu: sekaligus, satu demi satu dengan pengembalian, dan satu demi satu tanpa pengembalian.

Misal bola merah = M dan bola biru = B. Ketiga proses pengambilan dua bola tersebut memiliki titik – titik sampel yang sama yaitu: (M,M), (M,B), (B,M), dan (B,B), namun demikian masing – masing proses memiliki nilai sebaran peluang yang berbeda.

Misal X :Β  terambil bola merah, x = 0, 1, 2.

x = 0, berarti terambil 0 bola merah (terambil 2 bola putih)

x = 1, berarti terambil 1 bola merah

x = 2, berarti terambil 2 bola merah

Perhatikan bahwa P(X=x) = 1

Lebih lanjut, berikut ini adalah tabel sebaran_peluang_2 untuk masing – masing proses pengambilan yang menghasilkan dua bola.