Korban Iklan

Alhamdulillah, kemarin kami akhirnya menerima gaji. Gaji bulan Januari 2007. Padahal sekarang udah akhir maret ya. Jadi tetap aja belum gajian selama 2 bulan. Ya gak apa-apa deh. Rasanya seperti mendapat setetes air ditengah dahaga. He…he…he… Langsung saya selamatkan didalam rekening saya.

Menurut saya, hidup didalam dunia konsumtif ini kita harus menggunakan uang kita sebijaksana mungkin. Saya sering memperhatikan bagaimana iklan membombardir kita untuk belanja, belanja, dan belanja. Bagaimana suatu produk diciptakan menjadi bagian dari gaya hidup.

Yang paling bikin saya geli adalah produk shampoo anti ketombe. Sebegitu hebohnya orang yang ketombean digambarkan dalam iklan tersebut. Seolah-olah ketombe itu aib yang luar biasa. Padahal emang ketombean itu dosa besar apa? Bukan berarti saya ketombean loh. Saya belum pernah melihat dalam kehidupan sehari-hari orang yang ketombean sebegitu menderitanya, kecuali hanya diiklan itu tadi.

Trus iklan pemutih wajah juga. Warna kulit itukan diproduksi dari dalam tubuh. Sampai matipun warna kulit ras orang indonesia (rumpun melayu) tetap akan berwarna kuning langsat atau sawo matang, selama silsilah perkawinannya sesama orang melayu. Jadi sampe duit abis pun gak bakalan yang namanya krem pemutih wajah akan merubah pigmen warna kulit kita. Yang ada juga krem tersebut menyebabkan penipisan permukaan kulit yang dikemudian hari menyebabkan kanker kulit. Wah….

Apalagi rebounding rambut! Waktu jaman kakak saya Abg (tahun 1980an) yang lagi tren adalah rambut kriting basah. Jadi ntu rambut dikriting trus dikasih semacam cairan sehingga dia selalu terlihat basah. Namanya memakai bahan kimia pasti ada efeknya donk. Rambut jadi rusak. Kalau ternyata rambut kita jadi rusak gara-gara bounding maka akan ditawari produk untuk mengembalikan kesehatan rambut. Kalau rambut kita tidak rusak maka akan ditawari produk untuk merawat rambut hasil bounding tersebut. Ya jadi seperti maju kena mundurpun kena. Harus belanja itu produk.

Saudara saya pernah mewarnai rambutnya seperti yang sekarang lagi tren. Eh, setelah itu rambutnya jadi rusak karena yang tumbuh berikunya rambut putih. Pigmen warna hitamnya mati. Jadilah dia sekarang selalu mewarnai rambutnya. Bukan lagi karena tren, tetapi untuk menutupi ubannya.

Masih ingat waktu saya abg… Saat valentine yang lagi trend adalah say it with flower. Sekarang seh udah macam-macam. Ada say it with chocolate, say it wit diamond, say it with donut malah. Mungkin kalau suatu saat saya jadi produsen bakwan. Maka saya akan membudayakan say it with bakwan. He…he…he…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s