Jalan – Jalan

Hari minggu lalu, saya dan suami merencanakan menengok rumah kami di daerah Cimanggis. Selama ini kami sekeluarga tinggal di rumah orang tua saya di daerah Tanjung Priuk. Kami berangkat setelah sholat subuh. Sebelumnya kami sering pergi pagi jam 9 an atau setelah sholat dzuhur. Ternyata lebih enak berangkat setelah sholat subuh. Jalanan masih adem, kendaraan masih sedikit otamatis udara masih belum terpolusi.

Lama perjalanan sekitar satu setengah jam. Kalau tiba di cimanggis dan matahari belum terik, bersih-bersih rumah dan halaman juga enak. Coba kalau nyampenya udah siang, udah cape duluan. Rumah kami relatif kecil (type 45), jadi bersih-bersihnya cepat selesai. Jam 9 an udah nyantai.

Mumpung udah di Cimanggis, kami jadi ingin silaturahmi ke rumah teman-teman di dekat situ. O ya… sebagai keluarga muda, kami dan teman-teman belum mampu beli rumah di daerah Jakarta. Beli rumahnya dipinggiran kota. Nyicil pula.

Sepulang dari bersih-bersih, silaturahmi pertama ke rumah sepupu suami. Dia tinggal di daerah Cibinong. Dia baru melahirkan anak keduanya. Jarak anak pertama dan kedua gak terlalu jauh kurang lebih satu tahun lima bulan, sama dengan dua anak saya. Jadi ingat waktu saya melahirkan anak ke dua. Wah repot sekali. Belum 40 hari paca melahirkan, anak pertama sakit diare. Saya ke dokter sambil ngegendong anak pertama. Suami lagi tugas ke Pasuruan, ibu lagi pulang kampung ke Riau. Trus rumah kebanjiran. Duh…

Setelah itu kami ke rumah teman semasa SMA.. Rumahnya di daerah Bekasi. Suami – istri teman satu SMA dulu. Selain kita satu SMA, si istri juga pernah beberapa kali sekelas di SD dengan saya. Sedangkan dengan sang suami selama SMP sekelas terus dengan saya. Kami jadi seperti reoni, karena saya dan suami dulu juga satu SMA. Selama tiga tahun saya sekelas dengan suami. Sedangkan dengan sepasang suami-istri  tersebut itu kami berempat pernah sekelas selama dua tahun yaitu kelas dua dan tiga.

Teman saya ini yang si istri bekerja sebagai editor di salah satu penerbit besar di jakarta. Nah, berkaitan dengan keinginan saya menulis buku belajaran, ini merupakan kesempatan saya bertanya-tanya bagaimana tentang cara mengirim naskah dan tips agar naskah diterima. Saya jadi semangat menulis deh.

One thought on “Jalan – Jalan

  1. assalamualaikum… tulisan kamu makin hari makin berbunyi tapi coba dech kmu lebih expresif lagi dalam mengekspresikan perasaan dan pikiran supaya orang yang baca dapat soul dari tulisan kmu. puisi kali pake soul

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s