All You Can Eat

hanamasa

Kemarin setelah mengawas ujian saya berencana mengentri nilai remedial di sas online. Pekerjaan yang tidak terlalu mendesak sekedar menunggu waktu pulang yaitu jam 14.30. Seorang teman yang mejanya disebelah meja kerja saya mengajak makan-makan di kelapa gading. Hayo ajalah. Padahal saya baru makan siang tuh. Paling-paling makan di MKG yang menurut saya memang surganya makanan. Saya merencanakan minum es saja.

Di kawasan Kelapa Gading ada tiga pusat perbelanjaan besar. Yang saya sering kujungin adalah MKG (Mal Kelapa Gading). Saya bersama suami suka makan-makan disana. Eh, ternyata gak ke sana. Kami berlima dengan menumpang mobil karimun masuk ke Kelapa Gading Sports Mall. Walau saya orang Tanjung Priok, ini adalah kali pertama saya kesini. Maklum, saya ini gak berminat dengan hal-hal yang berbau olah raga. Gak suka aja. Dari SMP sampai SMA yang namanya belajar memukul bola voli atau bola basket selalu gatot (gagal total). Kalau gak mantul lagi karena nabrak net, selain itu bolanya pasti sukses lewat bawah net. Ya… apa mau dikata. Emang gak minat dan gak ada bakat, trus gak punya kemauan lagi.

Rupanya kami sedang memenuhi undangan makan seorang teman lama. Dia ini seorang bapak. Kami bertemu di tempat parkir. Si Bapak ini seorang penulis buku pelajaran. Malah waktu SMA saya memakai buku beliau deh. Bukunya pernah jadi best seller pada masa saya sekolah dulu. Wah, sebenarnya ada banyak yang saya ingin tanyakan. Tapi kayaknya momentnya kurang pas. Sudahlah kapan-kapan saja.

Kami ditraktir di restoran all you can eat di Sports Mall tersebut. Ini adalah pengalaman pertama saya makan di retoran all you can eat. Jadi berkesan gitu. Berkesan norak maksudnya. He…he…he…

Restoran ini menyediakan makanan-makanan Jepang secara prasmanan. Karena baru pertama kali saya hanya wait and see. Mungkin temen-temen saya membaca gelagat tersebut. Kita malah cerita pengalaman waktu pertama kali memasuki restoran tertentu. Salah seorang teman bercerita pertama kali memesan salad di salah satu restoran pizza. Pesan salad yang diterima mangkok kosong. Si teman itu terus menunggu-nunggu. Kok saladnya gak dateng juga. Trus nih mangkok untuk apa? Lagi kebingungan gitu teman yang lain melempar sebutir kacang polong ke mangkoknya. Saladnya ambil sendiri, Bang. Ealah….

Dengan kondisi habis makan siang gini apa bisa all I eat? Harusnya tadi jangan makan siang ya. Gak tau mau ditraktir seh.

Waktu masuk restoran saya melihat setiap meja ada panci perebus dan alat pemanggang/pembakar. Saya tertarik dengan sesuatu yang diletakkan di pemanggang tersebut. Seperti somay tapi kok cuman sepotong, mungkin sejenis mentega/minyak kali ya.

Karena ada sembilan orang maka kami memesan dua meja. Sepertinya teman-teman saya juga kurang mahir dalam panggang memanggang. Jadi itu mentega dibiarkan meleleh begitu saja. Beda dengan bapak yang mentraktir kami. Beliau duduk di sebelah meja kami. Si bapak dengan semangat melumuri alat pemanggang dengan mentega tersebut. Dengan bantuan sumpit tentu saja.

Pertama-tama temen-temen ngambil minum. Pilihannya ada soft drik, ice tea, jus jeruk, capuccino dan thai tea. Thai tea warnanya kok kaya jus cabe ya? Air putih gak ada. Padahal saya pengen minum air putih. Jadi ngambil ice tea. Ternyata lemon ice tea. Asem. Dan saya gak begitu suka rasa asem. Terpaksa ngabisin deh. Minum yang kedua saya ngambil jus jeruk. Eh, jus jeruknya justru manis. Padahal tadi saya kira jus jeruk rasanya asem dan ice tea rasanya manis.

Berikutnya saya dibimbing salah seorang teman. Jadi seperti punya guide. Menu pertama saya coba yang serba bakar. Karena makanan Jepang maka sering pakai sumpit dhonk. Saya ini pengguna sumpit tingkat pemula. Kadang saya maksa ngebolak balik udang bakar dengan garpu dan sendok. He..he..he..

Menu kedua serba rebus sendiri. Saya cuman makan bakso. Sayang ya… Menu ketiga serba panggang lagi. Tapi kali ini pelayannya yang memanggang pesanan kami. Setelah itu makan gorengan dan ditutup dengan es campur. Eh ada sate kulit ayam loh. Seperti menu di pedagang keliling seribu makan ayam.

Pengunjung restoran ini kebanyakan keluarga dan teman-teman sekantor. Kalau orang pacaran atau yang sedang pdkt(pendekatan) mungkin gak kesini. Rugi. Abis pasti gak bakal bisa all you can it. Jaim (jaga image) seh. Karena sudah makan siang, saya sendiri juga gak banyak nyoba makanannya. Sudah kenyang. Padahal sepertinya makanannya enak-enak loh.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s