Bagai Mendapat Durian Runtuh?

Alhamdulillah, setelah sekian lama akhirnya kami guru-guru PTT mendapatkan hak kami berupa Tunjangan Perbaikan Penghasilan (TPP) periode bulan januari 2007 s.d April 2007 dan gaji periode bulan Maret 2007. Lho kok? ini kan sudah tanggal 22 Mei 2007. Iya, gaji kami baru dibayar sampai dengan bulan Maret 2007. Saya sendiri juga gak tau kenapa bisa begitu dan tidak tahu harus bertanya kepada siapa? Mungkin kepada rumput yang bergoyang. Ya sudahlah. Itu sudah cukup menghibur saya.

Bagi orang yang melihat jumlah nominalnya mungkin merasa kami ini bagai mendapat durian runtuh. Padahal… sebagian dari kami mungkin sudah terlilit hutang sana-sini. Saya saja sempat mengencangkan ikat pinggang supaya tidak berhutang.

Sebagian teman-teman uangnya langsung dipotong karena ada pinjaman di sekolah. Gimana teman-teman gak megap-megap. Kewajiban kami sama seperti PNS. Kerja seminggu 5 hari dan stand by dari jam 06.45 sampai dengan 14.30. Sedangkan penghasilan lebih kere dari guru honor. Karena kewajiban kami seperti PNS maka kami gak bisa lagi nyambi di sana-sini seperti guru honor. Penghasilan kami hanya dari uang komite yang diberikan tanggal 15 setiap bulannya plus gaji dari Pemda DKI. Padalahal gaji dari Pemda DKI gak tau kapan datangnya. Asal tau saja gaji saya dari komite itu paling hanya cukup untuk pengeluaran seminggu. Malah gaji dari komite bulan ini sudah ludes dalam 5 hari.

Terus terang, saya yang selama ini tidak pernah merasakan bokek sempat bersusah hati. Gimana gak, uang direkening bank mandiri yang bernomor cantik itu tinggal Rp. 150.000. Seumur-umur saya baru kali ini merasakan bokek, bokek, dan bokek….. Sebokek-bokeknya bokek (bingung gak?). Suami sampai menghibur saya.

Malah waktu kuliah di Malang, sebagai anak kos, saya ini termasuk tajir. Persediaan dana bisa untuk biaya hidup selama 1,5 tahun plus uang kuliah selama 3 semester ke depan. Itu dana pribadi. Hasil tabungan saya. Saya selalu berusaha menggunakan uang sebijaksana mungkin. Saya memiliki skala prioritas dalam membelanjakan uang.

Nah, setelah mendapat gaji tersebut, uangnya langsung saya selamatkan direkening tabungan. Beruntung karena nomor rekening saya nomor cantik maka ketika saya gak bawa buku tabungan gak jadi masalah. Gampang ingat nomor rekeningnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s