Perjalanan Kerja Saya

Sebelum mengajar di sma negeri yang sekarang ini saya pernah mengajar di sma swasta. Kalau dilihat dari kualitas siswanya ini sekolah abal-abal.

Saya mengajar tahun 2000 dan cuman bertahan selama 3 bulan. Mengajar fisika di dua kelas masing-masing 5 jam dalam seminggu. Awalnya cuman untuk mengisi waktu luang dipagi hari.

Setiap saya mengajar siswa hanya ada separuh kelas. Yang hadir pun hanya ada jasadnya saja. Sedangkan pikirannya melanglang buana. Gak ada yang punya buku. Jangankan buku pelajaran/teks, lha wong buku tulis dan pulpen aja gak bawa. Duh…

Trus selama pelajaran berlangsung ada aja siswa yang ijin. Ijin dan gak balik-balik lagi. Saya stres punya murid-murid kayak gitu. Karena ide awalnya cuman buat ngisi waktu luang dan dari pada saya tekanan batin akhirnya saya keluar.

Kalau siang hari saya mengajar dikursus sempoa. Saya mulai bekerja tahun 1999. Ini pekerjaan pertama saya. Disini kami selalu di training. Karena materi yang diajarkan belum pernah kami dapatkan sebelumnya. Hal ini sangat menyenangkan karena saya dapat ilmu baru. Saya bekerja sampai tiga tahun disini. Lama-lama bosan juga. Ketika saya mau keluar pihak manajemen berusaha menahan saya. Mungkin dikiranya saya mau mendirikan kursus sendiri. Mereka gak percaya bahwa saya benar-benar bosan.

Semua buku saya diminta. Buku-buku tersebut berjumlah 32. Dari grade 10 s.d Grade pra 2. Saya tidak mau ngasih. Lha wong itu buku kan diberikan untuk guru dan bukan dipinjamkan kepada guru. Lagipula saya sudah cape-cape ngisi jawabannya. Karena itulah pihak manajemen tidak memberi saya surat pengalaman kerja. Saya diminta menandatangani perjanjian tidak akan mengajar kursus sempoa selama lima tahun kedepan.

Eh ternyata pengelola cabang tempat saya bekerja gak mau mengembalikan sempoa guru ke yayasan. Pengelola bilang mereka dulu beli dari yayasan. Jadi yayasan samakin curiga kalau saya dan pengelola mau buka kursus sendiri. Sempoa tersebut diberikan pada saya. Tapi sampai saat ini saya belum tertarik membuka kursus sempoa.

sempoa

Foto sempoa besar untuk media mengajar dan sempoa kecil untuk siswa.

Murid-murid di kursus sempoa ini dari usia TK s.d SMP. Menurut saya, kursus ini lebih tepatnya untuk anak kelas 1 s.d 2 SD untuk usia selebihnya tidak efektif lagi. Yang dipelajari dalam kursus sempoa itu adalah bagaimana berhitung +, -, x, dan : dengan alat bantu sempoa. Walaupu ke depannya alat bantu tersebut hanya dipikiran saja. Ini di namakan mental aritmetika. Untuk berhitung mental aritmetika ini butuh konsentrasi tinggi.

Saya juga pernah ngajar dibimbel dai tahun 2000 s.d 2002. Wah kalau yang ini benar-benar memberi banyak pengalaman buat saya. Bimbel ini semi privat. Setiap siswa belajar sesuai kebutuhannya. Saya mengajar beberapa pelajaran sekolah. Satu session saya biasa mengajar 3 sampai 4 anak. Masing-masing anak berbeda kelas dan pelajaran. Kebanyakan siswanya usia SD s.d SMP. Saya berhenti beberapa bulan setelah menikah.

Sebelum saya memutuskan berhenti dari mengajar dikursus sempoa, saya mencari-cari pekerjaan di sekolah-sekolah sekitar rumah. Akhir saya mendapatkannya di sma saya dulu. Kebetulan ada guru yang mutasi. Jadilah saya mengajar di sekolah ini sejak tahun 2002.

Beda dengan siswa sekolah abal-abal dulu. Kalau siswa di sekolah abal-abal berusaha bagaimana agar bisa bolos. Di sekolah saya yang sekarang ini siswa justru berusaha masuk sekolah dengan berbagai cara bila terlambat. Seperti beberapa hari yang lalu misalnya. Ada dua orang siswa yang berusaha memanjat tembok sekolah. Yang lucunya mereka ini mau memanjat tembok di belakang ruang guru. Ya jelas aja guru-guru bisa lihat dari dalam ruangan. Guru-guru ketawa. Ini sama saja seperti melanggar lampu lalu lintas di depan hidung polisi. He..he..he..

7 thoughts on “Perjalanan Kerja Saya

  1. jangan terlalu komersial, apa-apa kok pakai uang, mau saya mencari buku panduan sempoa kemudian biar saya pelajari kemudian untuk di ajarkan ke anak saya. payah semua serba uang, bagaimana nasib anak-anak yang orang tuanya tidak mampu nanti, katanya Indonesia sudah merdeka, jadilah pejuang penerus pahlawan bangsa. trimakasih.

  2. betul 100%… satu bulan belakangan ini saya cari buku panduan sempoa yang gratisan buat ngajarin anak dan keponakan tapi semua serba bayar… tolong kirimkan ke email saya kalau ada.. saya mohon ya… semoga dari itu semua bisa memberikan ilmu yang bermanfaat yang tidak akan putus pahalanya walaupun kita sudah meninggal…

  3. walaupun insya Allah saya bisa mengajarkan cara berhitung dengan sempoa, masalahnya saya gak punya catatan yang lengkap tentang mengajarkan cara berhitung dengan menggunakan sempoa. Dulu training satu grade ditempuh dalam dua hari.

  4. iya mas,mbak saya juga ingin banget belajar sempoa,kalau ada artikel panduan belajar sempoa dari dasar sampai mahir tolong email ke saya,terimakasih.suparlano@gmail.com

  5. saya juga bernasib sama spt anda,saya mengjr sempoa slm 2 thn…segala perlengkapan ngajar saya juga diminta untuk dikembalikan,terlebih saya juga pernah diancam oleh si pemilik krn jikalau saya kedapatan mengjr di luar selain tempatnya,saya akan di bawa ke pengadilan.knp saya memilih keluar?krn transparansi dr pemberian gaji sangat tidak memuaskan lalu bayangkan saja THR yg saya terima dari awal bekerja smp sy keluar itu hanya 300ribu…bukankah sepengetahuan saya THR itu sebesar satu bulan gaji?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s