Remedial

Sejak diterapkan Kurikulum Berbasis Kompetensi dan sampai pada Kurikulum sekarang yaitu Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, siswa berhak mendapatkan remedial. Remedial apaan tuh? Remedial adalah semacam perbaikan nilai. Jadi jika si anak belum mencapai nilai kriteria ketuntasan minimal (KKM) alias jika nilainya masih merah maka dia berhak mengikuti ujian perbaikan. Nilai remedial ini maksimal sama dengan nilai KKM.

KKM tiap-tiap mata pelajaran berbeda. Mata pelajaran yang sama pun memiliki nilai KKM yang berbeda pada setiap jenjang dan spesifikasi jurusannya. Sebagai contoh KKM Matematika disekolah kami untuk kelas X adalah 63, di jurusan IPS adalah 66, dan dijurusan IPA 70. KKM ini bisa jadi berubah-ubah pada setiap tahunnya. KKM di jurusan IPS tahun lalu adalah 64 sedangkan di jurusan IPA 66.

Hanya saja dengan adanya sistem sas online yang memiliki rumus penilaian yang berbeda dengan rumus penilaian selama ini maka sang guru tidak lagi dapat mengetahui nilai rapor si anak kecuali pada saat pembagian rapor. Kalaupun diberi tahu oleh operator sas di sekolah tentang rumusnya maka perlu keterampilan tambahan. Keterampilan yang dimaksud adalah familiar dengan microsoft excel. Padahal gak semua guru bisa mengoperasikan microsoft excel tuh.

Sas online sendiri tidak membedakan apakah nilai rapor ini hasil remedial atau hasil bukan remedial. Jeleknya jika si guru tidak menghitung-hitung prediksi nilai rapor dan tidak menjaga bahwa anak yang remedial tidak boleh memiliki nilai yang lebih baik dari yang tidak remedial maka bisa jadi jusru anak yang selalu remedial akan memiliki nilai terbaik. Aneh kan?

Misalkan ada 2 orang anak yang mempelajari 3 Kompetensi Dasar (KD) pada suatu mata pelajaran tertentu dalam satu semester. Anak pertama selalu lulus dengan nilai rata-rata perKD pas-pasan KKM. Anak yang kedua pernah tidak lulus disalah satu KD sehingga dia mengikuti remedial. Nilai di 2 KD yang lain bagus sehingga nilai rapor si anak kedua lebih baik dari nilai rapor si anak pertama. Pertanyaanya adalah mana yang lebih berkualitas? Anak pertama atau anak kedua?

9 thoughts on “Remedial

  1. trimakasih ataz bantuannya,saya sangat terbantu sekali dengan adanya
    file ini, tapi menurut saya ini kurang lengkap

  2. Saya ingin sekali mendapatkan penjelasan tentang pengambilan nilai bagi anak yang remedial. Apakah nolai yang diambil adalah yang terbaik, dibagi dua antara nilai pertama dengan nilai kedua, dan berapa kali remedial itu dilakukan?

    • Sebelumnya siswa diberi penjelasan ulang mengenai materi tsb. Sambil ditanya secara acak dimana letak kesulitan mereka. Setelah itu diberi soal-soal yang tingkat kesulitan penyelesaiannya bertahap. Biasanya tetap ada yang masih tidak mencapai KKM. Namun jumlahnya lebih sedikit.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s