Kembali (Lagi) Ke Malang 2

Sepuluh tahun lalu (1999) saya mendaftar progrm magister matematika ITB. Alhamdulillah diterima. Tapi karena saya bukan dari jurusan ilmu murni matematika maka saya harus melalui program pra magister selama setahun. Setelah itu di tes lagi. Wah… Kebetulan pada saat yang sama saya juga mendapat pekerjaan di yayasan IMA Indonesia. Ya udah kerja aja deh.

Sepuluh tahun sudah berlalu. Saya merenung. Apa yang telah saya perbuat untuk menambah kompetensi akademik. Paling tidak menjadikan belajar matematika lebih menyenangkan bagi siswa. Saya putuskan tahun 2009 ini melanjutkan studi jenjang berikutnya.

Cari-cari informasi. Alhamdulillah. Sampailah saya menjadi salah satu calon peserta International Master Program on Mathematics Education Year 2009 at Utrecht University, the Netherlands. My husband support me. Sudah sampai pada sesi wawancara.

Hari kamis, 19 Februari 2009, tempatnya di UNJ kampus B FMIPA. Sempet nyasar. Trus disana kebingungan siapa yang kudu ditemui. Telepon ke nomor yang memberitahu jadwal wawancara, gak ada yang ngangkat. Luntang lantung deh. Ketemu ama peserta lain. Dari Banten. Mereka berangkat jam 4.00 pagi. Ngobrol-ngobrol aja ama mereka. Salah satunya merupakan  guru honor di SMA 1 rangkasbitung. Alumni UPI tahun 2007. Tapi dia bisa dapat rekomendasi sebagai CTAB loh dari almamaternya. Saya jadi mau usaha juga.

Pewawancaranya datang. Namanya Professor Zulkardi dari Unsri. Saya inget. Soalnya pernah ketemu beliau di acara Kongres Matematika di Palembang tahun lalu. Peserta ada 9, yang hadir baru 7. Karena saya satu-satunya guru, so saya dapat prioritas sebagai orang yang pertama diwawancara. Answer in english please. He said like that. Waahh… Ya dijawab semampunya aja deh.

Sepulang dari wawancara, atas saran seorang teman (thanks to Mr Herman) saya telpon ke jurusan. Alhamdulillah pihak jurusan mau bantu. So i decided to go to Malang to get recomendation. Thanks a lot to Pak Toto N.

Di Malang cuman seharian senin 23 Februari 2009 di kampus terus. Makan minum bekal dari Jakarta. Hampir jam 16.00 sore Alhamdulillah rekomendasi selesai. Transkrip berbahasa inggris belum selesai. Yang paling mendesak adalah rekomendasi. Harus diterima panitia sebelum tanggal 25 Februari 2009. Terpaksa urusan transkrip diabaikan. Minta tolong anak ibu kos aja.

Waktu ke stasiun kereta hujan deras. Kereta berangkat jam 16.25. Duh… tinggal 25 menit lagi neh. Bukannya Gajayana biasa berangkat jam 18.00? Pontang-panting kerumah ibu kos. Pamit.

By the way, waktu pergi meninggalkan Jakarta hari Minggu juga diiringi dengan hujan deras. Eh ini waktu meninggalkan Malang juga diiringi hujan deras. Saya jadi inget dengan salah satu teman saya di galas. Guru honor Olah raga. Orang Bandung. Meninggalkan keluarga di sana guna mencari nafkah di Jakarta. Pernah beberapa kali di jam istirahat dia main organ melantunkan lagu Chrisye. Dipenghujung musin hujan. Waktu itu saya becandain “Lw kalau mau ke Jakarta dinyanyiin lagu itu ama istri lw ya?”

Resah rintik hujan/ yang tak henti menemani/ sunyinya malam ini…/ selamat jalan kekasih/ Kejarlah cita-cita/ jangan kau ragu ntuk melangkah/ demi masa depan…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s