Kereta Ekspress

Anak saya yang pertama.  Lutfan. Senang sekali dengan film Thomas and Friends. Sebuah film tentang  pulau Sodor dengan alat transportasi mayoritas dipulau tersebut adalah kereta api. Saya sendiri kagum dengan orang-orang yang bekerja membuat film tersebut. Sebuah film yang pasti gak mudah bikinnya dan butuh investasi besar.

https://i0.wp.com/static.howstuffworks.com/gif/how-thomas-the-tank-engine-works-1.jpg

Karena itulah saya bermaksud mengajak kedua anak saya naik kereta api. Kalau hanya sekedar jalan tapi gak ada tujuan, suami saya enggan. Ditambah ada kasus penculikan anak seorang pedagang kaki lima di salah satu stasiun kereta api Jabotabek. Hati saya jadi ciut juga.

Hari Sabtu lalu, suami saya mengajak ke rumah orang tuanya. Saya usul naik kereta api. Suami saya cari informasi tentang stasiun terdekat dari rumah kami. Cari tahu jadwal keberangkatan kereta api. Kereta  api ekspress tepatnya. Pokoknya yang ber-AC. Sebab kalau gak, mana tahan dengan asap rokok.

Jam 9.31 kereta api Pakuan jurusan Bogor-Jakarta lewat di stasiun Bojong. Saat itu saya sedang beli tiket. Harga tiket Rp 11 000,00 untuk satu kali keberangkatan per orang. Akhirnya kami buru-buru naik. Karena kereta cuma berhenti sebentar.

Berbeda dengan kereta api kelas ekonomi jurusa Bogor-Jakarta. Ini kereta cukup bersih dan bagus. Lama perjalanan satu jam. Kemudian dilanjutkan naik kereta api ke Bekasi. Kereta api ekonomi AC.Harga karcis Rp 5 000,00 untuk satu kali keberangkatan per orang. Jakarta – Bekasi ditempuh dalam waktu lebih kurang 30 menit.

Lutfan benar-benar senang dan sangat menikmati perjalanan dengan menggunakan kereta api. Setiap kereta kami berpaspasan dengan kereta lain, dia heboh dan berseru: “Kereta. Kereta.” Anak kedua saya. Lyra. Awalnya agak takut. Tapi gak lama kemudian sudah bisa menikmati perjalanan.

Perjalanan pulang masih menggunakan kereta api. Kemdian dilanjutkan dengan makan malam di restoran Mie Radja. Hari itu beaya rekreasi keluarga kami Rp 120 000,00. Relatif murah untuk menyenangkan hati anak-anak saya.

3 thoughts on “Kereta Ekspress

  1. Wah, saya ketinggalan dong. Saya baru merasakan naik Kereta ketika kuliah dan itu juga terpaksa karena penghematan. Sebagai perbandingan Ongkos bis Rp. 8000, sby- Malang dan kalau naik kereta cuma Rp. 2500, meski harus berdesakan. he..he. Btw selamat yah sudah diterima di Master Program On Mathematic Education di Unesa, dan jangan lupa tanggal 1 Mei sudah harus Registrasi. (Aku barusan liat di situs Unesa).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s