Status Hari Sabtu

Semua pegawai Pemda DKI Jakarta terikat lima hari kerja. Sesuai peraturan Pemda bahwa hari kerja dimulai pada hari Senin sampai jum’at. Khusus untuk guru  jumlah jam kerja dalam seminggu 37,5 jam. Dimulai dari jam 6.30 sampai dengan selesai. Sampai dengan selesai ini berbeda antara satu sekolah dengan sekolah lain. Bagi Sekolah Menengah Umum (SMA) juga berbeda-beda. Disekolah saya jam kerja berakhir sampai dengan jam 15.00.

Berdasarkan peraturan Pemda itu berarti hari sabtu bukan merupakan hari kerja. Namun kenyataannya, seringkali saya dan mungkin juga guru-guru sekolah lain, terkondisikan bekerja di hari Sabtu. Yang paling menyedihkan adalah bahwa Pemda tidak menganggap hari tersebut sebagai lembur.

Sekolah pun terkadang menutup mata. Dalam artian tidak ada kompensasi sebagai hari lembur buat kami para guru yang bersedia meninggalkan keluarga pada hari sabtu untuk memenuhi tugas dari sekolah. Kalaupun diberikan kompensasi, tidak senilai dengan waktu yang terampas karena meninggalkan keluarga.

Tahun ajaran lalu malah sekolah kami masih ada jam belajar pada hari sabtu. Dan saya termasuk yang apes karena ada jam ngajar di hari tersebut. Memang ada hari MGMP. Ketika saya tidak masuk di hari MGMP, penilaian kinerja (Apik) menurun. Saya komplain. Saya menanyakan status hari sabtu kepada kepala tata usaha. Hasilnya pada bulan-bulan berikutnya penilaian kinerja saya lebih baik.

Secara pribadi saya pun tidak bersedia bekerja pada hari sabtu. Gak enak dengan suami saya. Saya ini kan diijinkan bekerja hanya untuk aktualisasi diri. Dan saya bukan tulang punggung keluarga. Kok sekarang sepertinya saya yang lebih sibuk dari suami. Sampai-sampai hari sabtu masih kerja juga. Suami aja gak pernah tuh hari sabtu masuk kerja. Apalagi kalau dibanding-bandingkan antara gaji saya dan gaji suami. Jadi tambah malu nih.

Lama-kelamaan saya jadi berpikir, kok saya jadi melebihi pekerja kantoran. Padahal dulu ketika memutuskan jadi guru salah satu pertimbangannya adalah jam kerja yang lebih sedikit dan fleksibel jika dibandingkan dengan bekerja di kantor.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s