Lyra

n1121989969_351160_683801

Lyra. Nama anak kedua saya. Seorang perempuan. Lahir pada hari Rabu 5 April 2006.

Saya mengandung Lyra, ketika anak pertama berusia tujuh bulan. Keruan saja hal ini mengundang berbagai komentar dari orang-orang sekeliling saya. Saya sempat bersedih hati. Suami sering membesarkan hati saya.

Ketika dalam kandungan Lyra tidak menyulitkan saya. Yang saya ingat ketika itu saya suka sekali makan tahu goreng tepung dan gado-gado. Pun ketika lahir. Saya pergi kebidan jam 4.00 pagi. Lyra lahir jam 05.10 pagi itu juga.

Kata Lyra diambil dari  salah satu nama murid saya.  Pada tahun 2002 ada salah satu siswa yang bernama Lyra Bellatrix. Unik. Tertarik dengan nama itu, saya mencari tahu artinya. Lyra sendiri bisa merupakan nama sebuah alat musik. Lyra bisa juga merupakan nama salah satu mata uang. Namun demikian Lyra Bellatrix yang dimaksud sepertinya berkaitan dengan bintang. Karena kedua kata tersebut saya temukan dalam kamus Astronomi milik suami saya.

Rasi bintang Lyra sudah merupakan bagian dari daftar 48 rasi bintang Ptolemy dan juga satu dari 88 rasi bintang modern yang diakui oleh IAU. Lyra tidak terlalu besar, tetapi tetap mudah ditemukan karena bintang utamanya, Vega, adalah juga titik dalam “segitiga musim panas“. Mulai dari utara, Lyra dikelilingi oleh Draco sang naga, Hercules sang pahlawan Romawi, Vulpecula sang rubah kecil dan Cygnus sang angsa.

Bellatrix sendiri juga merupakan nama salah satu bintang. Artinya “female warrior” . Bintang ini juga disebut Gamma Orionis.

n1121989969_351159_3949580

Menurut suami, wajah Lyra lebih mirip saya. Padahal giginya lebih mirip gigi suami saya tuh. Jarang-jarang. Lyra adalah seorang anak yang ceria. Dia yang sering keluar pintu terlebih dahulu untuk menyambut kedatangan saya. Tersenyum dan kemudian tertawa-tawa. Melompat-lompat sambil menyerukan kata Ibu. Pernah suatu ketika karena terlalu bersemangat melompat, dia jatuh terpeleset. Jadi nangis deh.

Kalau baru bangun tidur dia suka cerewet sekali. Menanyakan banyak hal. Padahal saya masih terkantuk-kantuk. Pernah suatu hari di bulan Ramadhan ini, Lyra bangun setelah waktu sholat subuh. Seperti biasa tanya ini-itu. Sementara saya masih terkantuk-kantuk. Jadi jawabnya dalam keadaan antara sadar dan tidak.

Saya berharap Lyra menjadi orang yang soleha. Aamiin.

One thought on “Lyra

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s