Ujian Nasional (2)

Kemarin. Hari yang bersejarah bagi para siswa-siswi kelas XII SMA sederajat. Pengumuman hasil Ujian Nasional (UN). Sebagian berbahagia karena berhasil lulus UN. Sebagian yang lain berduka cita karena belum lulus UN.

Pada tahun ini. Hanya 4 dari 116 sekolah negeri di DKI Jakarta yang siswa-siswinya 100% lulus UN. Dirayon SMA saya ada lebih dari 1 000 siswa yang belum lulus UN. Perlu 3 unit sekolah untuk menampung mereka saat UN ulangan nanti.

Di salah satu sekolah. Pernah saat UN berlangsung. Sudah 30 menit berlalu. Belum ada murid yang datang. Kemudian siswa-siswa ini datang secara serentak.  Suatu keadaan yang tidak wajar.

Ada banyak faktor penyebab siswa belum berhasil dalam UN. Dalam hal ini saya meninjaunya dari rasa percaya diri siswa. Sebagian siswa lebih mempercayai kunci jawaban yang beredar dari pada potensi yang mereka miliki. Sebagai contoh, salah satu siswa (dan teman-temannya) mendapat lima set kunci jawaban untuk mata pelajaran yang sama.

Saya jadi berpikir. Bagaimana jika seandainya mereka hanya menerima satu set kunci jawaban. Karena mereka tidak mempersiapkan diri dengan baik. Mereka tidak dapat menyelidiki kebenaran kunci tersebut. Sehingga tidak ada pilihan lain selain mempercayai bahwa itu kunci benar sesuai dengan soal yang diujikan disekolah mereka. Padahal soal UN itukan tidak hanya hanya terdiri dari sepasang tipe soal untuk semua siswa se-Indonesia.

Seorang teman mendapatkan salah satu kunci jawaban dari salah satu peserta UN tempat kami mengawas. Si teman ini meminta saya untuk menyelidiki kebenaran kunci tersebut. Mata pelajaran matematika. Soal yang diujikan 40. Dari 28 soal yang telah saya selesaikan, ternyata kunci hanya benar 4. Analisa saya,  jika 12 soal yang belum saya kerjakan ternyata kuncinya benar. Berarti total benar dari kunci tersebut ada 16.  Jika peserta UN percaya dengan kunci tersebut. Dia maksimal hanya memperoleh nilai 16 : 4 = 4,00. Belum lulus.

Saya prihatin dengan kejadian ini. Hal ini saya jadikan pembelajaran dikelas saya.  Bahwa lebih baik percaya dengan potensi diri sendiri. Persiapkan diri sebaik-baiknya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s