Motor Gede

Pagi ini saya berangkat ke tempat kerja. Salah satu SMA Negeri di Jakarta Utara. Dengan  maksud akan menandatangani Aplikasi Penilaian Kinerja (APIK). Apik digunakan untuk mencairkan Tunjangan Kinerja Daerah (TKD).

Seperti biasa. Menggunakan bus karyawan. Meluncur dijalur tol Jagorawi lebih kurang pukul 5.15 WIB. Konon kabarnya tol Jagorawi merupakan jalan tol termulus di kawasan Asia Tenggara. Tiba-tiba terlihat satu unit motor gede (moge) yang dikendarai oleh seorang Polisi Militer (PM).

Ini bukan kali pertama saya melihat moge yang dikendarai aparatur negara melintasi jalan tol. Kejadian memalukan dan sekaligus memprihatinkan.  Bukankah seorang PM paling tidak sudah mengantongi ijasah setingkat SMA atau sederajat.

Mengingat saya adalah guru mata pelajaran matematika. Ditingkat satuan pendidikan SMA telah dipelajari materi logika matematika. Semua calon pengguna tol pasti sudah membaca tulisan yang terpampang setiap gerbang masuk tol. Bahwa: “Jalan tol hanya untuk kendaraan bermotor roda empat atau lebih”.

Pernyataan di atas adalah suatu pernyataan majemuk. Penyataan majemuk adalah penggabungan lebih dari satu penyataan tunggal. Pernyataan majemuk di atas terdiri dari pernyataan-pernyataan:

p: Jalan tol hanya untuk kendaraan bermotor

q: Jalan tol hanya untuk kendaraan beroda empat atau lebih

Pernyataan yang setara dengan pernyataan q adalah “Jalan tol hanya untuk kendaraan bermotor yang beroda paling sedikit empat” .

Sehingga pernyataan majemuk “Jalan tol hanya untuk kendaraan bermotor roda empat atau lebih” memiliki makna yang setara dengan “Jalan tol hanya untuk kendaraan bermotor yang beroda paling sedikit empat“.

Dengan kata lain kendaraan yang diijinkan menggunakan jalan tol harus memenuhi dua syarat, yaitu:

1. kendaraan bermotor , dan

2. beroda paling sedikit empat.

Hal ini berarti bahwa moge tidak diijinkan menggunakan jalan tol. Karena sekalipun moge adalah sejenis kendaraan bermotor namun moge tidak memenuhi syarat kedua.

2 thoughts on “Motor Gede

  1. Mungkin lagi dalam rangka tugas lapangan kali bu..,
    tapi ya tetap aja ga boleh ya bu kalau menurut dasar logika matematika.

    Memprihatinkan memang aparat yang demikian. Itu di Ibukota, belum lagi kalau di daerah……

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s