Eksponen

Hari Jumat lalu saya ngobrol dengan salah seorang teman. Chating via Facebook.  Seorang ibu guru mata pelajaran Bahasa Inggris. Beliau pada awalnya bertugas di sekolah saya. Namun karena suaminya juga bertugas ditempat yang sama. Peraturan Pemda DKI melarang suami istri berdinas dalam satu unit yang sama (satu atap). Salah satu SMA Negeri favorite dikawasan Jakarta Utara. Akhirnya dia mengalah. Pindah ke sekolah lain.

Dia membawa kabar bahwa saya mengajar anak salah seorang guru disekolah tersebut. Si anak ini mengatakan kepada ibunya bahwa saya adalah guru terbaiknya. Kemudian Si ibu menyampaikan kepada teman saya tersebut. Beliau ingin mengetahui seperti apa cara saya mengajarkan matematika. Ingin berguru dengan saya🙂 Ibu si anak ini guru mata pelajaran matematika.

Sekolah tempat saya bekerja adalah salah satu SMA RSBI di Jakarta. Saya mengingat kembali pertemuan pertama pada kelas-kelas yang saya ajar.

Dimulai dengan perkenalan. Pencapaian kata sepakat tentang tata tertib. Berdasarkan pertanyaan saya: “Apa tujuan datang ke sekolah?” Dijawab serentak: “Untuk belajar.”  Maka untuk itu saya menyampaikan tata tertib saat pelajaran matematika. Yaitu:

1. Dilarang menggunakan barang-barang yang tidak berhubungan dengan matematika, seperti handphone. Jika terbukti melanggar maka barang tersebut disita dan harus diambil oleh orang tua yang bersangkutan dengan syarat membawa KTP dan Kartu Keluarga.

2. Dilarang membicarakan hal-hal yang tidak berhubungan dengan matematika. Jika terbukti melanggar maka akan mendapat teguran paling banyak 3 (tiga) kali dalam satu semester. Setelah itu tidak akan ditegur lagi. Namun langsung diberi nilai 0 (nol) dirapor.

Kemudian saya memulai materi. Materi kelas X SMA dimulai dengan bab Eksponen. Latar belakang betapa perlunya mempelajari Eksponen.

Sebenarnya sangat lebih mudah bagi saya untuk langsung memberikan definisi dan sifat-sifat Eksponen. Namun saya tidak memulainya dengan cara yang demikian.

Saya bentuk kelompok-kelompok yang masing-masing beranggotakan empat siswa. Saya berikan satu set kartu berwarna sama. Sebagian kartu-kartu tersebut berisi pernyataan salah. Sedangkan sebagian yang lain berisi pernyataan benar.

Tugas mereka adalah membagi kartu dalam dua kolom. Kolom berisi kartu-kartu pernyataan benar dan kolom berisi kartu-kartu penyataan salah. Setelah mereka selesai mengelompokkan kartu-kartu tersebut. Maka saya berkeliling memeriksa hasil pekerjaan mereka. Contoh kartu eksponen

Dari hasil pekerjaan mereka tersebut saya mengetahui pada bagian-bagian mana saja yang perlu mendapat perhatian lebih.

Sepertinya murid saya tersebut terkesan.

3 thoughts on “Eksponen

  1. kebetulan sy mengajar topik yang sama… bisa sy pakai nih bu tipsnya.. makasih
    apalgi masih 4o% siswa sy yang lulus kkm di uangan eksponen..
    sungguh simpel tipsnya… tp kayaknya dengan sedikit improve bisa sy adapt…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s