Eksponen (2)

Pada pertemuan kedua materi eksponen. Masih dengan kerja kelompok. Masing-masing kelompok terdiri dari empat siswa. Saya memberi satu set kartu yang terdiri dari warna kuning dan biru.

Tugas masing-masing kelompok adalah memasangkan setiap kartu kuning dan biru. Sedemikan sehingga masing-masing kartu berbeda warna tersebut merupakan soal dan jawab. Setelah itu saya periksa hasil pekerjaan mereka. Diperbaiki jika masih terdapat kesalahan dalam memasangkan kartu-kartu tersebut. Contoh kartu eksponen2.

Kemudian saya menjelaskan definsi dan sifat eksponen, beberapa contoh soal, dan latihan. Khusus latihan, saya pilih dulu satu siswa. Biasanya yang nomor absensinya sama dengan tanggal hari itu atau kelipatanya. Untuk menyelesaikan salah satu soal latihan. Tidak harus sampai selesai. Bisa dilanjutkan oleh siswa berikutnya.

Siswa berikutnya adalah pilihan siswa yang maju sebelumnya. Semua siswa merasa senang memiliki hak untuk meminta temannya menyelesaikan soal. Yang diminta untuk menyelesaiakan soal. Tidak pernah ada yang menolak. Tetap maju didepan whiteboard. Walau terkadang ada yang mengatakan “Saya tidak bisa, bu.” Untuk siswa yang demikian tidak perlu dihukum. Dibimbing saja sampai mengerti bagaimana cara menyelesaikan soal tersebut. Kalau dihukum dia pasti merasa kesal dengan teman yang menyuruh dia maju menyelesaikan soal tersebut.

Pada pertemuan ketiga. Untuk mengingatkan kembali pada materi sebelumnya. Masih dengan kerja kolompok. Masing-masing kelompok beranggotakan empat siswa. Masih dengan satu set kartu yang sama dengan kartu dipertemuan kedua. Namun cara memainkannya berbeda.

Cara bermainnya:

Semua kartu dikocok secara acak. Letakkan dimeja dalam keadaan tertutup dalam dua baris. Baris pertama kartu kuning dan baris kedua kartu biru. Sehingga tulisan pada masing-masing kartu tidak dapat dilihat.

Pada masing-masing kelompok. Pilih salah satu siswa untuk memulai permainan. Siswa ini membuka sepasang kartu kuning dan biru. Biarkan semua anggota kelompok melihat isi kartu yang diambil siswa tersebut.

Jika kartu kuning dan biru yang dibuka merupakan soal dengan jawab maka sepasang kartu tersebut dikeluarkan dari barisan dan menjadi koleksi siswa yang bersangkutan (sekarang tinggal 6 pasang kartu).

Jika ternyata sepasang kartu yang dibuka bukan merupakan soal dengan jawab maka sepasang kartu tersebut dikembalikan ke posisi semula dalam keadaaan tertutup (terbalik).

Kesempatan beralih ke siswa lain. Dengan pola pergiliran searah jarum jam. Begitu seterusnya sampai semua kartu telah dikoleksi oleh anggota kelompok. Pemenang adalah siswa yang paling banyak mengoleksi kartu.

Demikian semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s