Diare (2)

Hari kamis 23 September 2010 suami saya berbuka puasa dengan hidangan pertamanya adalah empek-empek. Keesokan harinya frekuensi buang air besarnya (BAB) tidak seperti biasa. Lima kali sehari. Sabtu 25 September  2010 mulai diare disertai muntah. Keadaan ini dikenal juga dengan istilah muntaber. Selain diare dan muntah. Beliau mengeluhkan perutnya yang terasa mual. Jam 4.00 WIB kami ke klinik terdekat.

Sampai dengan pagi hari frekuensi BAB dan muntahnya makin tinggi. Semua makanan, obat-obatan, bahkan air pun tidak lagi dapat diterima oleh perutnya. Semua dimuntahkan lagi. Dalam keadaan frekuensi BAB dan muntah yang semakin meningkat. Beliau sampai pingsan sebanyak tiga kali. Jam 15.00 WIB kami menuju Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit (RS) terdekat. Oleh dokter IGD segera direkomendasika rawat inap.

Senin 27 September 2010 serangan muntaber berhenti.  Kami menanyakan kapan kami bisa keluar dari RS. Selasa 28 September 2010 jam 11.00 kami keluar dari RS. Tentu saja atas ijin dokter spesialis internis yang merawatnya selama diare. Suami saya dijadwalkan periksa kesehatan lagi pada hari kamis 30 September  2010 jam 15.00 – 18.00 WIB.

Senin siang sepulang dari mengajar. Saya mendapati napasnya mulai tersengal-sengal. Terutama pada saat berbicara. Bagian pada mata yang seharusnya berwarna putih mulai berwarna merah. Badannya bertambah gemuk. Terutama pada bagian tangan dan wajah. Saya sempat berkelakar padanya. Dengan bentuk badan yang seperti itu apakah ada yang percaya bila beberapa hari lalu dia terserang diare.

Ketika suami saya kontrol disore hari. Kami bertemu dengan dokter spesialis internis yang merawatnya ketika diare. Kami menyampaikan keluhan tersebut padanya. Dia  hanya mengatakan bahwa suami saya dalam masa penyembuhan.

Jum’at 1 Oktober  2010 suami saya mulai muntah-muntah lagi. Mata semakin memerah. Hari sabtu 2 Oktober 2010 semua bagian mata yang seharusnya berwarna putih sudah memerah. Bagian yang berwarna merah tersebut menonjol. Mata mulai berair.  Kelompak mata bengkak. Muncul garis tebal biru.

Saya tidak melihat bahwa secara fisik dia lebih baik. Padahal kata dokter dia sedang masa penyembuhan.

Saya memutuskan membawanya kembali ke  RS. Namun tidak ke RS sebelumnya. Sabtu jam 11.00 WIB kami tiba di RS Sulianti Saroso. Langsung menuju ruang IGD.

Suami saya menjalani tes sampel darah. Saudaranya yang bekerja sebagai petugas laboratorium RS tersebut sampai memeriksa ulang sebanyak 2 kali. Memastikan apakah benar hasil yang telah diperolehnya. Dari hasil tes tersebut menunjukkan bahwa kandungan ureum suami saya 282 mg/dl. Keadaan normal adalah 20 sampai dengan  40 mg/dl. Kandungan kreatinin 21. Keadaan normal paling tinggi 1.

Atas rekomendasi sudara suami. Seorang dokter spesialis jantung. Kami menuju IGD RS PGI Cikini. RS ini adalah RS terbaik se-Indonesia dalam hal penanganan penyakit ginjal.

Dengan keadaan yang sangat gawat darurat tersebut. Suami saya dirawat inap diruang High Care Unit (HCU). Suatu ruang dimana dana depositnya sama dengan dana deposit ruang ICU atau ICCU. Dengan nominal dana deposit paling tinggi diantara ruang-ruang yang lain.

Hasil USG menunjukkan bahwa bentuk ginjalnya ternyata normal. Namun dengan kandungan ureum dan kreatinin yang begitu tinggi. Beliau direkomendasikan cuci darah tiga kali dalam seminggu pertama. Sambil dipantau perkembangannya.

Cuci darah yang pertama hari senin 4 Oktober 2010 jam 21.00 – 24.00 WIB. Cuci darah yang ke-dua hari Rabu 6 Oktober 2010. Setelah cuci darah yang kedua. Dan berdasarkan data penurunan kandungan ureum dan kreatianin selama empat hari diruang HCU. suami saya diperbolehkan pindah ke ruangan lain. Cuci darah yang ketiga ditangguhkan. Selama diruang rawat inap itu. Paling tidak tiga hari sekali beliau periksa sampel darah.

Akhirnya pada hari senin 18 Oktober 2010. Berdasarkan hasil tes terhadap sampel darah pada hari tersebut. Beliau diperbolehkan keluar dari RS. Setelah selama 17  hari dirawat inap.

2 thoughts on “Diare (2)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s