Bali

Senin 26 Juni 2011. Selesai sidang magister dan kolokium. Sangat ingin berlibur. Awalnya merencanakan berlibur ke Malang. Kebetulan ada reoni dan Munas. Acaranya hari Sabtu-Minggu, 9-10 Juli 2011. Lihat pundi-pundi direkening bank. lha kok minimalis ya. Ditambah lagi hari Senin 11 Juli 2011 kan hari pertama sekolah. Gak Jadi deh.

Ndilalah, hari Kamis 14 Juli 2011 turun gaji ke-13. Dan minggu depan suami saya ada acara dinas di Bali. Kalau gitu ke Bali aja deh. Jadilah pesan tiket ke Denpasar untuk keberangkatan hari Kamis 21 Juli 2011 dan pulang hari Minggu 24 Juli 2011. Ini perjalanan pertama saya ke Bali. Sebuah pulau yang konon kabarnya sangat terkenal. Sampai-sampai orang-orang dimancanegara lebih tahu pulau Bali dari pada negara Indonesia.

Hari kamis jam 11.00 WIB sudah tiba dibandara Soekarno-Hatta. Khawatir ketinggalan pesawat. Padahal berangkat jam 13.00 WIB. Menjelang jam 13.00 WIB ada pemberitahuan bahwa keberangkatan ditunda sampai dengan jam 15.30 WIB. Diruang tunggu, saya bertemu rombongan guru dari SMPN 5 Bandung yang berencana studi banding ke Bali. Setelah sempat tidur selama beberapa saat. Saya menghabiskan waktu ngobrol dengan mereka.

Tiba dibandara I Gusti Ngurah Rai setelah senja. Kemudian menuju Kuta. Kuta adalah salah satu kawasan wisata yang sangat terkenal dengan pemandangan matahari terbenam. Check in dihotel Bali Bungalo dipantai Kuta. Hingar-bingar musik dicafe-cafe. Turis-turis mancanegara lalu lalang dengan pakaian yang sangat minimalis. Saya berpikir, pasti pusing membuat standar nilai buat anak-anak didik. Disuatu tempat dengan dua budaya yang sangat jauh berbeda. Dimana Timur dan Barat bertemu.

Menjelang tengah malam saya bersama suami menuju pantai Kuta. Kuta adalah pantai dengan butiran pasir putih dan deburan ombak yang cukup mentang untuk kegiatan surfing (selancar). Berbaring diatas butiran pasir putih sambil memandangi deburan ombak dan gemerlap bintang. Cuaca sedikit berawan. Sering kali terlihat cahaya lampu pesawat udara yang hendak mendarat dibandara I Gusti Ngurah Rai. Tepat didepan pandangan saya terdapat rasi bintang scorpio berkelap-kelip.

Hari Jum’at 22 Juli 2011 pergi diving (menyelam) dipantai Tulamben. Perjalanan dari Kuta menuju Tulamben mengendarai mobil dan ditempuh selama sekitar 4  jam. Berbeda dengan Kuta, Tulamben adalah suatu pantai yang dipenuhi oleh bebatuan.  Kawasan wisata ini menawarkan keindahan alam bawah laut. Didalam laut dikawasan ini terdapat bangkai kapal USS Liberty. Pulang dari Tulamben sudah jam tujuh malam.

Setelah mengunjungi Tulamben, agenda berikutnya adalah mengunjungi rumah salah satu saudara suami. Kami menuju daerah Sesetan dengan mengendarai sepeda motor. Waktu perjalanan pulang, diperempatan salah satu jalan raya ada polisi yang sedang dinas. Saya tidak menggunakan helm. Dari pada kena tilang, maka sayapun berjalan kaki sampai agak menjauh dari polisi tersebut. Setelah berjalan beberapa saat, seorang perempuan yang menaiki sepeda motor matik menghampiri saya. Dia bermaksud menanyakan hendak kemanakah saya. Mungkin dikiranya saya sedang tersesat. Waktu setempat menunjukkan pukul 22.30 malam. Saya memberitahukan bahwa saya menghindari polisi karena berkendara sepeda motor tanpa menggunakan helm. Perempuan itu malah bilang:”Gak apa-apa. Kan pakai kerudung. Kalau di Jawa baru gak boleh.” Hah…gitu toh. Padahal saya sudah berlari-lari berusaha menyebrang jalan yang cukup ramai tersebut. Disepanjang jalan banyak dijumpai janur kuning. Tapi bukan karena banyak orang yang sedang menikah😀 Hal ini dikarenan umat Hindu masih dalam suasana hari raya Galungan dan Kuningan.

Wah mungkin tradisi memasang janur kuning pada acara menikah diagama islam, diambil dari tradisi agama Hindu. Banyak sajen juga. Disini saya harus berhati-hati memilih makanan terutama yang berbahan dasar daging. Selama disini saya memilih makanan berbahan dasar ayam atau sayuran saja. Di Kuta, saya icip-icip Cwimie Malang. Salah satu makanan kegemaran saya ketika saya kuliah di Malang.

Hari Sabtu 23 Juli 2011 pindah hotel di dekat Joger. Mengunjungi Joger yang juga ramai. Setelah itu mengunjungi pasar Sukowati. Ternyata pasar tersebut cukup jauh juga dari Kuta. Dipasar ini kita boleh tawar-menawar harga. Pulang menjelang sore. Terburu-buru menuju pantai Kuta. Matahari sudah hilang. Tinggal semburat jingga diufuk barat. Melewati dua hari di Bali masih kurang. Masih ketinggalan panorama matahari terbenam dipantai Kuta.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s