Matematika dengan Permainan

Salah satu hal terindah dalam hidup seorang guru adalah ketika murid-murid antusias mempelajari mata pelajaran yang diampunya. Khusus untuk saya, salah satu hari yang indah itu terjadi beberapa hari yang lalu. Pada salah satu kelas yang saya bimbing. Kelas X.

Pertemuan pertama dalam kegiatan belajar mengajar di kelas X adalah materi Bilangan Berpangkat (Indices). Saya menyisipkan permainan kartu dalam pertemuan ini. Satu set kartu dimainkan sekelompok siswa yang terdiri dari 4 orang. Ke-empat orang tersebut berdiskusi guna mengelompokkan kartu ke dalam dua kelompok. Satu kelompok kartu benar dan satu kelompok kartu salah.

Tujuan permainan kartu ini adalah untuk mengingatkan kembali materi Bilangan Berpangkat, karena materi tersebut pernah dipelajari pada satuan pendidikan pada tingkat sebelumnya. Sekaligus memperbaiki kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan siswa. Sebagai contoh, masih banyak siswa yang menganggap benar bahwa -3^2 = 9. Sekaligus juga menganggap benar bahwa (-3)^2 = 9.

Pada salah satu pertemuan berikutnya, ada permainan kartu lagi. Satu set kartu masih dimainkan oleh sekolompok siswa yang terdiri dari 4 orang. Namun kali ini cara bermainnya berbeda. Satu set kartu terdiri dari dua warna, yaitu pink dan putih yang masing-masing berjumlah 7 buah. Ke-tujuh pasang kartu tersebut saling bersesuaian. misalnya jika kartu pink berisikan pernyataan (a^m). (a^n) maka pasangannya adalah kartu putih yang berisikan pernyataan a^(m+n).

Cara bermainnya adalah:

Kartu-kartu tersebut diletakkan dalam dua barisan.  Satu Barisan adalah kartu berwarna pink dan satu barisan berikutnya adalah kartu berwarna putih. Letakkan kartu-kartu tersebut dalam keadaan tertutup, sedemikian sehingga tulisan pada kartu tidak dapat dibaca.

Pilih salah seorang anggota kelompok untuk memulai mengambil sepasang kartu yang terdiri dari satu kartu pink dan satu kartu putih. Biarkan anggota yang lain mengetahui isi sepasang kartu yang diambil tadi.

Jika yang terambil adalah kartu merah dengan tulisan (a^m)(a^n) maka pasangannya adalah kartu putih dengan tulisan a^(m+n). Jika sepasang kartu yang diambil tadi ternyata berpasangan (bersesuaian) maka si pengambil kartu tadi mendapat point. Kemudian sepasang kartu tersebut dikeluarkan dari barisannya. Sekarang kartu-kartu yang tersisa berkurang sepasang.

Jika yang terambil adalah kartu merah dengan tulisan (a^m)(a^n) dan ternyata pasangannya adalah kartu putih yang tidak bertulisan a^(m+n) maka dikatakan sepasang kartu tersebut tidak bersesuaian. Karenanya, sepasang kartu itu dikembalikan ketempatnya semula. Letakkan dalam keadaan tertutup sehingga isi kartu tidak dapat terbaca.

Setelah itu giliran berpindah kepada anggota yang lain. Begitu seterusnya sampai semua kartu saling bersesuaian (berpasangan).

Suasana kelas memang jadi ramai karena permainan di atas. Dapat dipastikan bahwa semua siswa menikmati permainan tersebut. Yang sebenarnya adalah saya sedang mengingatkan mereka akan materi Bilangan Berpangkat🙂

Menjelang akhir jam pelajaran, tiba pada saat saya mendistribusikan buku seri soal kepada murid-murid. Buku seri soal hasil karya saya. Buku seri soal ini diterbitkan oleh salah satu penerbit berskala nasional yang berlokasi di Jakarta. Ketika buku-buku tersebut sampai ke tangan mereka, mereka malah berebut meminta agar saya menandatangi buku-buku tersebut😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s