Dia

Saat saya masih bersekolah kelas satu SMA, kelas saya berlokasi di lantai dua. Jika saya berdiri dikoridor depan kelas maka tepat didepan saya terlihat gerbang sekolah saya ini. Salah satu kegemaran saya adalah berdiri dikoridor didepan kelas saya. Menikmati pemandangan orang-orang belalu lalang keluar masuk sekolah.

Hari-hari permulaan saat saya memasuki bangku SMA. Pada suatu hari, entah itu pagi menjelang masuk sekolah atau setelah pulang sekolah. Seperti biasa, saya berdiri didepan koridor kelas saya sambil memandang ke arah gerbang sekolah.  Tanpa saya sadari ternyata ada seseorang berdiri disampin kiri saya. Sampai suatu ketika dia bertanya siapa nama saya. Saya menoleh ke arah suara itu. Orang ini kan sekelas dengan saya. Di sini hanya saya dan dia, berarti itu pertanyaan untuk saya. Saya menjawab bahwa nama saya Leni. Berlanjut ke beberapa pertanyaan berikutnya. Kemudian dia memperkenalkan nama beserta asal SMPnya.

Waktu kelas satu, saya duduk di bangku paling depan. Hal itu bukan karena semata-mata keinginan saya. Namun karena sepertinya saya datang kurang pagi, sehingga bangku-bangku favorit sudah penuh, dan biasanya bangku favorit itu bukanlah bangku terdepan. Sedangkan dia duduk dibarisan baku nomor dua dari belakang.

Kelas dua,  saya ternyata sekelas lagi dengannya. Sayapun masih duduk dibangku depan. Sedangkan dia duduk berselang satu baris dibelakang saya. Tahun ini dia diangkat menjadi ketua kelas kami.

Kelas tiga, eh masih sekelas lagi dengannya. Malah sekarang saya duduk tepat dibelakangnya.

Setiap lebaran idul fitri, dia selalu mengunjungi rumah orang tua saya. Ketika saya tanya mengenai hal ini, ternyata memang salah satu agenda pada hari raya Idul fitri adalah mengunjungi teman-temannya. Ooo begitu.

Setamat SMA, saya melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya. Pilihan saya adalah salah satu perguruan tinggi di kota Malang propinsi Jawa Timur. Sedangkan dia memilih salah satu perguruan tinggi dik ota  Bandung. Dan tetap saja, setiap lebaran Idul fitri dia mengunjungi rumah orang tua saya, bahkan sampai saya kerja. Pernah satu kali lebaran dia tidak datang. Saya malah keheranan dan mencari tahu dengan cara menelpon ke rumah orang tuanya.

Kemudian, lebih kurang dua belas tahun sejak saya masuk SMA, ternyata dia adalah jodoh saya.

2 thoughts on “Dia

  1. Assalamu’alaikum..
    Ibu, ceritanya lucu, saya seneng deh bacanya. Emang jodoh bener2 rahasia Allah ya bu.

    Syifa, SMAN 13, XII IPA 2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s