Tidak

Dalam kamus besar bahasa Indonesia, setiap kata dilengkapi dengan label kelas kata. Beberapa contoh label kelas kata adalah adv (adverbia), a (adjektiva), dan v (verba). Adverbia (kata keterangan), berasal dari bahasa latin ad (untuk) dan verbum (kata). Masih menurut kamus tersebut, kata “tidak” memiliki label kelas kata adv. Kata “tidak” didefinisikan sebagai partikel untuk menyatakan pengingkaran, penolakan, penyangkalan, dsb.

Dalam kehidupan sehari-hari sering kali saya mendengar ataupun membaca seseorang mengungkapkan perasaaannya dengan menggunakan kata “tidak”. Dalam berbahasa Indonesia, biasanya jika seseorang mengungkapkan perasaannya dengan menggunakan kata “tidak” maka penafsirannya adalah lawan kata tersebut. Sebagai contoh penafsiran kata “tidak hitam” adalah kata “putih”.

Dalam matematika juga sering terdapat pernyataan-pernyataan berupa ingkaran yang menggunakan kata “tidak”. Namun jika seseorang mengungkapkan perasaannya dengan menggunakan kata “tidak” maka terdapat sejumlah penafsiran dari kata tersebut. Sebagai contoh, jika seseorang mengatakan kata “tidak hitam” maka tidak dapat ditafsirkan bahwa yang dimaksud olehnya adalah kata “putih“.  Contoh lain adalah pernyataan “Kenyataan tidak seindah harapan“.  Terdapat dua penafsiran terhadap pernyataan tersebut. Penafsiran pertama adalah kenyataan berada di bawah harapan. Artinya bahwa kenyataan lebih buruk jika dibandingkan dengan harapan. Penafsiran kedua adalah kenyataan berada di atas harapan. Artinya bahwa kenyataan lebih baik jika dibandingkan dengan harapan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s