Menumpang Mobil Ambulan

Ini pertama kali saya menumpang mobil ambulan.

Alhamdulillah hanya sebagai pengantar. Pasien adalah adik ibu saya. Seorang perempuan berusia 58 tahun. Hidup sendiri. Belakangan diketahui menderita diabetes. Rabu 17 Agustus 2011 ditemukan oleh pihak kerabat dalam keadaan tak sadarkan diri (pingsan).  Pasien dibawa ke rumah sakit terdekat. Oleh pihak rumah sakit dirawat diruang Intensive Care Unit (ICU). Kadar gula sangat rendah yaitu 40. Hal ini mempengaruhi kerja otak. Akhirnya terserang stroke. Tingkat kesadaran mendekati comma yaitu 5. Dengan biaya perhari yang mencapai lebih dari 8 juta rupiah, maka pada hari Sabtu 20 Agustus 2011 diputuskan dibawa pulang saja.

Ternyata dirumah masalahnya tidak menjadi lebih sederhana. Karena ybs kan harus makan. Sedangkan selama empat hari terakhir makanan masuk ketubuh melalui imfus. Melalui informasi dari tetangga maka dibawalah pasien ke RSUD Depok. Dari rumahnya di Villa Pertiwi menuju RSUD Depok yang belokasi di Sawangan. Jarak perjalanan relatif jauh dan pasti macet.

Saya duduk disamping pak supir. Kendaraan melaju cukup cepat. Jika terjebak macet, maka tak segan-segan pak supir mengambil jalur kendaraan yang berlawanan. Saya menyaksikan kendaraan-kendaraan  melaju ke arah mobil kami. Bagi saya hal ini cukup menegangkan. Seperti orang yang sedang beradu nyali dengan maut. Sepanjang perjalanan pak supir mengaji. Surat Al Ikhlash. Bacaanya lambat-lambat.  Suasana terasa lebih mencekam.

Tentu saja. Seandainya manusia diberikan kemampuan melihat, maka bisa jadi malaikat maut sedang berada dimobil kami. Entah siapa yang sedang dijemputnya. Mingkin si pasien, si pak sopir, saya, atau penumpang lain yang sedang berada didalam mobil tersebut. Mengingat mobil ambulan melaju dengan kencang dan berulangkali mengambil jalur berlawanan.

Sesampai di RSUD Depok, menurut dokter jaga bahwa di RS tersebut tidak ada ruang ICU dan dokter jantung. Dokter tersebut menyarankan pasien dibawa ke RSUP Fatmawati. Masih dengan ambulan yang sama, kami menuju RSUP Fatmawati. Perjalanan dari Sawangan di Depok menuju Fatmawati di Jakarta Selatan juga suatu perjalanan yang cukup jauh. Sepanjang perjalanan kali ini pak supir membaca surat Al Fatihah. Dibacanya surat tersebut secara pelan dan lambat.

Sekali lagi. Dalam hati saya bertanya-tanya apakah didalam ini ikut juga malaikat maut. Jika beliau ada, maka siapakah yang akan dijemputnya.

Alhamdulillah, kami sampai ke RSUP Fatmawati dengan selamat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s