Kembali Lagi ke Kota Malang

Dihari pertama tahun 2012 ini saya awali dengan kunjungan ke kota Malang. Kota Malang adalah kota kedua dimana saya cukup lama menghabiskan sebagian hidup saya. Kota Malang adalah suatu kota yang menyenangkan. Baik sebagai tempat untuk menempuh pendidikan maupun sebagai kota tujuan wisata.

Perjalanan kali ini menggunakan pesawat terbang. Ini perjalan pertama saya menggunakan pesawat terbang menuju kota Malang. Biasanya saya menggunakan kereta api. Bandara udara di kota Malang bernama Abdul Rahman Saleh. Bandara Abdul Rahman saleh pada mulanya adalah pangkalan militer. Pada saat ini landasan pacu untuk penerbangan sipil sudah terpisah. Salah satu saat indah dalam penerbangan adalah ketika pesawat akan mendarat. Pemandangan disekeliling bandara Abdul Rahman Saleh merupakan salah satu bandara yang dikelilingi oleh pegunungan dan perkebunan, sehingga pemandangan dari udara sangat indah.  Bandara ini terletak di Pakis Kabupaten Malang.

Saya tiba pukul 11.30, cuaca cerah dan suhu udara sejuk. Saya menuju kota dengan menggunakan taksi. Taksi yang disediakan disini dikelola oleh Koperai TNI AU. Untuk mencapai IKIP Malang tepatnya di Jl. surabaya yang berjarak tidak sampai 15 km dikenai tarif IDR 75 000,00. Tarif yang cukup mahal. Tadinya saya bermaksud menginap di Kosabra. Tempat ini berada tepat di depan IKIP Malang. Namun saya batalkan. Kadang kala selera manusia berbanding lurus dengan taraf hidupnya

Saya berjalan menyusuri kampus saya ini. Melewati jalan disamping BNI, menyusuri kampus FIP, Bekas Kopma, jalan semarang, akhirnya sampai di jalan Bandung. Saya menginap di Bandung Guest House. Suatu penginapan baru.

Saya kehilangan tukang cwie mie Kopma. Karena sekarang diarea yang sama sedang dilakukan pembangunan. Kabarnya untuk gedung rektorat. Alamat kampus saya ini rencananya akan dikembalikan ke Jl. Semarang.

Hari Senin saya melegalisir ijasah, transkip, dan Akta IV. Antriannya lumayan panjang. Antrian bertambah panjang karena sebagian orang bermaksud melegalisir sertifikat Profesi Guru. Pada saat mengantri ini saya bertemu dengan beberapa teman lama, diantaranya adalah Bambang Eko Pribadi dan Halis Rodi Warsito.

Karena banyaknya orang yang bermaksud melegalisir maka saya harus menunggu paling tidak sampai tiga hari. Saya keberatan, saya melakukan negosiasi dengan petugas, petugas meminta saya datang besok.

Alumni yang berdiri mengantri panjang dan menunggu lebih dari satu jam ini dikomentari oleh suami saya. Bahwa IKIP Malang tidak cukup baik memperlakukan alumninya. Karena dibiarkan berdiri mengantri lebih dari satu jam. Sebagai pembanding, ketika saya bermaksud melegalisir ijisah di Universitas Indonesia (UI), saya cukup mendaftar lewat website layanan dokumen UI, membayar biayanya melalui bank (ini juga bisa lewat internet), kemudian saya ke gedung layanan alumni untuk memperlihatkan bukti bayar dan dokumen asli. Semua itu tidak pakai antri.

Sambil menunggu esok, saya berjalan-jalan ke Malang Town Square dan sekitar alun-alun. Kemudian, di sore hari yang lembab karena habis hujan, langit kota Malang makin indah dengan Pelangi. Saya mencoba mengingat kembali jalan menuju suatu rumah. Terakhir saya berkunjung di tahun 2002. Akhirnya ketemu juga satu unit rumah bercat biru. Dulu sih ini rumah bercat kuning. Suami saya mempersilakan jika saya ingin berkunjung. Namun dia tidak ingin ikut. Mungkin dia tidak nyaman. Pintu utama rumah tersebut terbuka. terlihat satu unit sepeda motor didalamnya. Tidak ada orang. Saya mulai bimbang. Jadi mampir enggak ya? Akhirnya saya membatalkan berkunjung.

Pagi hari yang (lagi-lagi) sejuk, saya kembali ke kampus. Alhamdulillah dokumen saya selesai diproses, saya berjalan menuju lokasi fakultas saya. Banyak pembangunan di kampus saya ini. Setiba saya di gedung administrasi FMIPA, saya memperhatikan bahwa pohon-pohon yang pernah ditanam pada tahun 1997 sudah meninggi. Saya ingat pohon-pohon ini ditanam oleh para aktivis HMJ dan Senat FPMIPA. Seseorang menanam salah satu pohon, dan saya berada tepat didepannya. Itu pertama saya bertemu dengannya. Mungkin dia tidak mengingatnya.

Di depan gedung Matematika saya bertemu seorang kawan lama, Halis Rodi Warsito. Bersamanya saya mengunjungi ketua jurusan matematika dan dosen-dosen dijurusan matematika.

Setelah mengambil dokumen, saya berwisata ke kota Batu. Udara di kota Batu lebih dingin. Bersantap dirumah makan sambil menikmati pemandang perkebunan Apel dan tanaman-tanaman daerah sejuk lainnya. Kala malam menjelang sambil berbincang-bincang, saya menikmati gemerlap lampu rumah-rumah yang berada di kota Malang.

Hari Rabu saya bersiap kembali ke Jakarta. Masih menggunakan pesawat udara. Perjalan berikutnya adalah Pulau Lombok.

One thought on “Kembali Lagi ke Kota Malang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s