Keadilan

Pada suatu ketika saya mendapati status seorang motivator: “Sesorang yang terdzalimi berhak atas keadilan.”  Saya setuju dengan pendapat tersebut.

Setiap orang memiliki pendapat yang berbeda terhadap suatu kejadian. Kejadian yang menimbulkan suatu masalah.   Namun jika pada suatu ketika hal tersebut terjadi, maka bersikaplah ksatria. Bersikaplah ksatria untuk menyimak pendapat orang lain terhadap kejadian yang menimbulkan masalah tadi. Terlebih lagi jika sebelumnya dia telah berkenan menyimak semua pendapatmu. Maka adalah suatu hak baginya untuk didengar pula pendapatnya olehmu.

Jangan sampai dia yang telah berkenan menyimak pendapatmu, menunggu keadilan untuknya. Hanya karena kamu tidak memberikan haknya. Hak  untuk disimak pendapatnya olehmu.

Saya meyakini bahwa setiap masalah dapat diselesaikan secara baik-baik dan terbuka.

2 thoughts on “Keadilan

  1. Secara matematis ruas kanan dan ruas kiri harus seimbang. jika ruas kanan ditambah satu, maka ruas kiri ditambah satu juga.

    Namun, kadang-kadang entah karena ego yang tinggi atau apa, orang tidak mau menerima penambahan ruas (mendengarkan pndapat org lain) sehingga yg terjadi adl masalah yang lebih besar.

    Intinya, kita mau mendengarkan pendapat orang lain yang telah mendengar pendapat kita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s