Ayam dan Mawar

Beberapa bulan belakangan ini saya menggeluti kembali kegemaran lama saya. Suatu kegemaran yang telah dimulai sejak saya TK sampai dengan SMA. Saya gemar memelihara ayam.

Dipertengahan bulan Oktober 2012 saya membeli sepasang ayam kampung. Kemudian mertua saya memberikan sepasang ayam. Sekarang saya memiliki seekor ayam jantan dewasa, 2 ayam betina dewasa, 4 ayam baru gede, dan 15 anak ayam yang baru menetas.

Ternyata ayam-ayam baru gede yang berjumlah 4 ekor itu, gemar main ke halaman tetangga saya. Padahal harapan saya, ayam-ayam ini main dilapangan depan rumah saya saja. Akhirnya ayam-ayam ini sehari-hari dikurung saja. Yang lain dibiarkan lepas.

Selain itu saya juga penggemar bunga. Terutama bunga mawar. Setangkai mawar setengah mekar yang segar dapat mengubah cuaca hati saya menjadi cerah.

Beberapa waktu lalu saya berbincang mengenai bunga mawar dengan seseorang. Dia mengatakan bahwa ada mawar berwarna unggu. Saya pernah melihat bunga mawar berwarna merah marun, merah, pink, putih, kuning, dan peach. Saya merasa belum pernah melihat mawar ungu. Dan saya penasaran karenanya.

Sabtu lalu ada acara pelepasan siswa kelas xii di sekolah tempat saya bekerja. Kebetulan terdapat banyak bunga mawar segar disana. Saya memperhatikan warna mawar-mawar tersebut.

Diantara mawar-mawar warna merah marun, saya melihat terdapat beberapa mawar berwarna agak berbeda. Mawar ini berwarna ungu cenderung merah. Mungkin ini mawar ini yang dimaksud seseorang tadi.

images

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s