Melow

Sebagai anggota perkumpulan commuter, khususnya penumpang bus mania, harapan saya tidak muluk – muluk. Sepanjang perjalanan, saya hanya ingin melanjutkan tidur yang tertunda🙂

Saya membutuhkan suasana yang mendukung agar dapat tertidur. Suasana mendukung yang saya maksud disini adalah cahaya yang redup dan sunyi dari suara manusia. Karena itu saya menghindari duduk dibangku penumpang terdepan. Karena jika duduk disana, maka selain cahaya yang terang benderang, memandang pemandangan didepan mata lebih menarik dibanding tidur. Masalah lain adalah kadang – kadang bus antar kota ini full musik. Saya tidak bisa tertidur juga jadinya🙂 Karena lebih tertarik menyimak lirik lagu yang sedang diputar, atau bahkan ikut berpartisipasi bernyanyi-nyanyi kecil. Kalau ini sih, bukan hanya saya seorang yang ikut nyanyi, sebagian penumpang juga ikut😀

Jum’at lalu bus yang saya tumpangi full musik lagu – lagu indonesia tahun 80an. Nia Daniati dan Betharia Sonata. Lagu curhat yang meratap – ratap. Mendengarkan lagu Betharia Sonata : “Aku ingin cinta yang nyata”. Berikut ini adalah sebagian liriknya.

“Setiap kali ku memandangmu/ Seribu tanya di hatiku/ Seringkali sudah ku bertanya/ Tiada jawab di bibirmu

Apa sayang,/ Apa yang salah padaku../ Katakanlah/ Jangan kau hanya membisu

Setiap kali kita bertemu/ Tak pernah engkau menegurku/ Seandainya kau sayang padaku/ Siramlah bunga di hatiku

Tapi sayang engkaupun hanya disitu/ Siapa salah aku ingin cinta yang nyata

Bukan sekali ini engkau menyakiti hatiku/ Mana ku tahu mana ku sadari/ Engkau sayang padaku

Bukan sekali ini mataku berpesan padamu/ Aku tak tahu apa maksudmu/ Diam-diam begitu

Seandainya dapat kau dengarkan/ Hati bernyanyi menantimu/ Aku mau akupun sayang padamu../ Tapi sayang aku ingin cinta yang nyata”

Melow abis.

Menyimak lirik tersebut, membuat saya ingin berkomentar. Bahwa menyampaikan sesuatu kepada orang lain melalui pesan mata atau diam, bukanlah suatu cara yang komunikatif. Orang lain tidak akan mengerti apa yang anda maksud hanya melalui pandangan mata anda.  Begitu pula, banyak penafsiran atas sikap diam seseorang. Pun demikian dengan bahasa tulisan. Bahasa tulisan masih memiliki sejumlah penafsiran. Kata orang betawi :”Mana gua ngarti yang lu mau, lha lu kagak ngomong.”

Berbicara dengan yang bersangkutan (ybs) adalah suatu penyelesaian yang cukup komunikatif. Meski diperlukan keberanian untuk menghadapi apapun akibatnya. Jika akibat dari berbicara dengan ybs adalah kenyataan dibawah harapan, maka arek malang bilang: “woles ae ker”. Karena hidup tidak selalu berjalan sesuai dengan harapan. Love doesn’t mean belong to each other, does it.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s