Tiba Di Seoul

Ahad, 6 Oktober 2013 pagi. Saya tiba dibandara Internasional Incheon, Seoul Korea Selatan. Suhu didalam bandara realtif hangat. Satu orang teman terkena random chek. Kami menunggunya beberapa saat. Diluar Bandara, Dibawah sinar matahari yang cerah, ternyata suhu udara relatif dingin. Kami menuju Seoul dengan menggunakan bus. Dedaunan sepanjang jalan menuju Seoul masih hijau. Setelah masuk kota Seoul sebagian pepohonan mulai menguningkan daunnya.

Siang ini kami menonton pertunjukkan Nanta. Suatu pertunjukan musik non verbal. Alat-alat musik yang digunakan adalah peralatan dapur. Setting panggung dibuat seperti dapur. Kostum yang digunakan pakaian koki. Tadi saya berniat untuk tidur saja selama pertunjukkan karena masih ngantuk. Ternyata pertunjukkan tersebut sangat menarik. Selama 100 menit.

Orang Korea kreatif menciptakan hiburan dari sesuatu hal yang hampir semua rumah tangga punya, dalam hal ini dapur. Tapi memolesnya menjadi suatu pertunjukan menarik, bukan suatu hal yang mudah. Kami tidak boleh memoto atau merekam. Saya memaklumi hal ini. Pertunjukkan Nanta sudah bermain di lebih dari 30 negara didunia.

Setelah itu mengunjungi Museum Gahoe (Folk Painting). Disini kami mewarnai kipas dengan gambar – gambar yang disajikan. Saya memilih kipas dengan gambar Naga. Naga adalah mahluk mitos yang merepresentasikan simbol Raja. Sesuai dengan nama saya🙂

Pagi dihari Senin 7 Oktober 2013, kami menjalani medical check up. Kemudian mengunjungi kedutaan Indonesia.

Siang hari mengikuti acara pembukaan Program Pertukaran Guru Indonesia – Korsel, Pilipina – Korsel.

Malam hari, kami kursus bahasa Korea. Instrukturnya orang Korea. Lulusan sastra melayu dari Malaysia. Bahasa Indonesianya berlogat Bali. Pernah dua tahun tinggal di Bali. Ketika di Indonesia dia suka dengan lagu – lagu Stinky dan Glen Fredly.  Suasana kursus sangat menyenangkan.

Hari berikutnya. Pagi hari kami mengunjungi Yeouido Middle School. Kepala sekolahnya pernah tinggal di Jakarta, menjabat sebagai kepala sekolah Jakarta Korean International School. Sekolah ini relatif besar. Memiliki 107 ruangan. 34 rombongan belajar. Jumlah murid sekitar 1000an siswa.

Malam hari, saya dan teman – teman menyusuri sungai Han. Sungai yang membelah kota Seoul. Memandang kota Seoul di waktu malam. Lampu – lampu yang berkelap – kelip. Air mancur yang indah. Romantis abis🙂

Rabu, 9 Oktober 2013. Kami mengikuti perkuliahan mengenai Sejarah dan Kebudayaan Korea, belajar bahasa Korea lagi. Gurunya masih orang Korea. Pernah enam bulan tinggal di Jakarta. Acara hari ini ditutup dengan Han Style. Kami mengunjungi rumah tradisional Korea, memasak makanan Korea, dan menonton pertunjukkan tarian tradisional Korea.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s