Iedul Adha

Ini pertama kali saya melaksanakan sholat Iedul Adha diluar Indonesia. Tepatnya dikawasan muslim Itaewon Seoul Korea Selatan.

Hari ahad sebelumnya saya dan teman – teman sudah mencari informasi tentang sholat Ied. InsyaAllah sholat dilaksanakan hari selasa pukul 10 pagi waktu setempat. Mengingat akan banyak yang hadir, maka kami disarankan untuk datang pukul 8 pagi.

Dihari selasa ini, prakiraan cuaca menginformasikan akan turun hujan. Kami tiba di masjid Salaam sekitar pukul 7.30. Relatif masih sepi. Beberapa panitia sedang menyiapkankan karpet dihalaman masjid.

Tempat sholat untuk wanita ada dilantai 3. Hanya memuat 4 shaf saja. Sementara tempat wudu ada dihalaman belakang masjid. Teman – teman ingin sholat dihalaman saja. Cuaca memang mendung. Kemudian menyusul hujan gerimis. Kami disarankan sholat diruang bermain anak.

Menjelang pukul sepuluh para wanita dari sejumlah ras mulai datang. Mulai dari yang memiliki warna kulit gelap hingga yang berwarna kulit terang. Kami berada bersama diruang ini karena dipersatukan oleh satu agama. Islam. Tidak seperti di tanah air, dimana takbir terdengar menggema diseluruh pelosok negeri. Disini takbir hanya terdengar dimasjid saja. Tidak terlihat hewan qurban juga.

Tiba – tiba saja sejumlah jamaah laki – laki yang berada dihalaman sudah berdiri sholat. Walau masih dapat melihat sejumlah laki – laki yang sedang sholat dihalaman, ruangan kami ini terpisah dengan gedung utama masjid. Suara imam terdengar sayup – sayup.

Setelah sholat, sesi ceramah disampaikan dalam bahasa Arab. Saya tidak mengertišŸ˜¦ Hanya sebentar sih. Hujan masih gerimis. Kami keluar ruangan menuju halaman masjid. Kami berteduh diteras masjid. Panitia membagikan susu, pisang, permen, dan coklat.

Ditunggu hampir 30 menit, hujan tetap saja turun. Suhu udara diluar ruangan 10 C. Kami berencana berwisata kuliner ke Siti Sarah. Rumah makan Melayu dengan cita rasa Jawa Tengah, karena hampir semua masakannya bercita rasa manis. Ya tidak apa – apa deh. Masakan Korea belum cocok juga dilidah saya.

Kemudian kami berbelanja di mini market setempat. Karena hanya dikawasan ini saja yang insyaAllah halalšŸ™‚ Setelah itu kami memutuskan pulang ke kos – kosan masing – masing. Kami berdelapan tidak ada yang punya payung, bahkan dua orang tidak memakai jaket. Khawatir hujan menjadi deras.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s