Ansan

Sabtu siang, saya berkunjung ke kawasan Ansan, dipinggiran kota Seoul. Perjalanan menggunakan kereta. Kawasan Ansan berada di line 4, sementara saya berada dikawasan Anam, line 1. Kami transit di stasiun Samgakji. Perjalanan dari tempat tinggal saya ke kawasan ini relatif jauh. Perjalanan memakan waktu 1,5 jam.

Di Seoul ini, agak sulit menemukan makanan halal. Saya selalu berusaha menghindari makan daging. Kalau Babi dan Anjing jelas haram, begitu pula hewan darat yang disembelih tidak sesuai syariat islam kan. Bahkan kuah sup bisa saja menggunakan kaldu dari daging babi.

Kawasan Ansan kami pilih, karena terdapat sejumlah rumah makan masakan Indonesia. Ada masjid pula. Disana sudah menunggu beberapa teman. Tiba di stasiun Ansan kami hanya bertemu  dengan seorang teman. Sementara yang lain, sedang berada dimasjid. Di kota Seoul ini kami berkomunikasi melalui Facebook.

Kami menyusuri pasar tradisional, menuju masjid. Sampai dipertigaan, bingung. Tidak ada tanda – tanda bangunan masjid. Bertanya dengan warga Korea agak susah. Bahasa Inggris mereka agak sulit dimengerti :)  Jam menunjukkan pukul 15.30. Akhirnya kami memutuskan mencari rumah makan Indonesia saja. Ada rumah makan Sederhana. Ketika masuk, ternyata sejumlah teman yang tadi kami cari ada disana🙂 Membaca papan nama rumah makan ini, awalnya kami mengira mereka menjual masakan minang. Teringat rumah makan yang sama di Indonesia. Ternyata bukan masakan minang.

Bicara tentang  bahasa. Malam hari setelah sholat Iedul Adha, salah sorang guru Korea yang tinggal satu flat dengan kami datang. Kami menangkapnya bahwa beliau bermaksud mengabarkan bahwa besok akan turun salju.  Saya agak bingung. Bukankah masih akan masuk musim gugur.  Mungkin seperti di Indonesia, kadang kala hujanpun turun dimusim kemarau. Mengingat perbedaan suhu yang cukup besar dengan kota Jakarta. Ditambah pada hari ini turun hujan, cuaca lebih dingin dari sebelumnya. Suhu sekitar 5 – 9 derajat Celcius. Saya mengabari teman –  teman lewat facebook prakiraan cuaca esok hari. Ternyata esok hari cuaca cerah😀 Namun suhu udara tetap saja dingin. Berada diluar ruangan, wajah saya serasa dilumur es batu. Jadi sebenarnya saat itu guru Korea tersebut bicara apa ya?🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s