Inlove

Ketika sesesorang jatuh cinta pada orang lain.

Jika orang yang jatuh cinta tersebut diibaratkan dengan seseorang yang sedang bermimpi, maka orang tersebut paling tidak memiliki dua pilihan. Pilihan pertama adalah mewujudkan impiannya itu. Pilihan kedua adalah membiarkannya tetap menjadi impian semata.

Katakanlah mewujudkan impian itu dilakukan dengan cara berusaha memiliki objek yang dicintainya tersebut. Sementara membiarkannya tetap sebagai impian semata dilakukan dengan cara tidak berusaha memiliki objek yang dicintainya tersebut, dengan kata lain membiarkannya sebagai kasih tak sampai, atau membiarkan  objek yang dicintainya itu bersama yang lain.

Permasalahannya adalah bagaimana jika dimisalkan A jatuh cinta hanya pada B, sementara B jatuh cinta tidak hanya pada A. Kemudian mari kita pandang hal ini sebagai permasalahan dari A.

Anggap representasi memiliki B adalah titik B, dan representasi tidak memiliki (melepaskan) B adalah titik B’. Terdapat tepat satu ruas garis yang menghubungkan titik B’ dan titik B, sebut sebagai ruas garis B’B.

Andaikan A sedang menyusuri ruas garis B’B. Terdapat sejumlah titik yang dapat dipilih A untuk berhenti: titik B’, titik B, atau suatu titik diantara keduanya. Tidak ada pilihan yang buruk. Semua tergantung pada prioritas dari A dan cara A memandang pemasalahan ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s