Kelas Bahasa Inggris di Seongdong

Minggu ini saya mengamati kelas bahasa Inggris. Kemampuan berbahasa Inggris siswa di sekolah ini masih ketinggalan jauh dengan kemampuan berbahasa Inggris siswa di sekolah saya di Jakarta. Beberapa yang menjadi penyebab, menurut saya adalah huruf yang digunakan tidak familiar dengan para siswa ini. Mereka lebih familiar dengan hangeul (alfabet Korea). Sementara, bagaimana mengucapkan suatu kata dalam bahasa inggris (how to spell) juga tidak mudah dituliskan dalam hangeul.

Cara guru – guru bahasa Inggris mengajar tidak terlalu istimewa. Sebagaian dari mereka memanfaatkan media power point untuk menyampaikan bahan ajar. Sering juga mempertontonkan film berbahasa Inggris, walau hanya sebentar. Setelah itu meminta siswa menceritakan bagian yang ditayangkan tadi. Kemudian, lanjutan film itu diputar lagi pada pertemuan berikutnya. Jadi satu film bisa saja tayang selama satu bulan🙂

Guru – guru bahasa inggris ini suka memberi hadiah langsung bagi siswa yang menjawab dengan tepat. Hadiah itu hanya sebungkus permen. Saya perhatikan para siswa berebut mengangkat tangan untuk menjawab.

Diwaktu istirahat sebagian siswa menghabiskan waktu dengan handphone mereka. Kadang menyetel musik keras – keras di dalam kelas. Namun ketika pelajaran berlangsung, tidak ada seorangpun menyentuh handphone.

Di Korea, guru dilarang mengeluarkan murid dari kelas. Sekalipun siswa itu tidur saat jam pelajarannya atau tidak membawa buku pelajaran atau mengobrol. Jika sang guru sedang menjelaskan materi sementara ada siswa yang mengobrol, maka sang guru hanya diam sambil memandangnya, maka siswa tersebut juga otomatis diam dan tidak mengulanginya lagi.

Para siswa sangat penurut terhadap gurunya.  Pada suatu kelas seorang guru menanyakan kepada siswa: siapa yang tidak membawa buku pelajaran. Para siswa yang tidak membawa mengangkat tangan mereka. Kemudian sang guru menyilakan siswa yang tidak bawa buku ini bergabung dengan teman yang membawa buku. Kemudian sang guru juga memberikan sejumlah wejangan mengenai pentingnya buku pada saat belajar dan bagaimana dengan masa depan mereka jika mereka berperilaku demikian (tidak membawa buku pelajaran pada saat pelajaran berlangsung).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s