Sebulan di Seoul

Sudah hampir sebulan saya tinggal di kota Seoul Korea Selatan. Kota Seoul dibulan Oktober, mengawali masuk musim gugur. Hampir semua warga Korea menyenangi musim gugur. Menurut situs resmi pemerintah Korea Selatan, suhu udarapun relatif hangat.

Bicara tentang pemandangan alam, diakhir bulan ini daun – daun mulai berubah warna. Sejumlah pepohonan yang daun – daunnya mulai berubah warna. kuning, oranye, dan merah. Namun sebagian masih tetap berwarna hijau. Pemandangan yang indah. Terlebih lagi untuk orang dari negara tropis seperti saya ini🙂

Cuaca sehari – hari pada umumnya cerah. Matahari bersinar terang. Namun suhu udara hanya kisaran 5 s.d 10 derajat Celcius. Dulu ketika menonton ramalan cuaca di kota – kota besar di dunia, saya sering melihat ada beberapa kota diprakirakan bercuaca cerah dan bersuhu udara sekitar 10 derajat celcius, saya bertanya dalam hati, bagaimana ya rasanya matahari bersinar terang namun suhu udara hanya sekitar 10 derajat celcius.

Dan akhir – akhir ini saya mengalaminya. Berada di alam terbuka, benar – benar seperti masuk ke dalam kulkas. Saya sudah memakai 3 lapis atasan, 2 lapis bawahan, (masing – masing tidak termasuk pakaian dalam), 2 lapis kaus kaki, sepatu tertutup hingga mata kaki, masih kedingin juga🙂 jari – jari tangan saya serasa dicelupkan kedalam air es. Mau pakai sarung tangan? Kok kayaknya orang – orang belum ada yang pakai sarung tangan ya.

Menurut guru – guru di sekolah Seongdong, suhu udara akan semakin dingin, karena akan masuk musin dingin. Dibulan Desember nanti suhu udara dapat mencapai – 10 derajat celcius.

Tentang makanan. Hanya sebagian makanan Korea yang cocok di lidah saya. Menurut saya, hampir semua terasa hambar. Kemudian agak sulit juga mencari makanan halal disini. Bahkan kuah sup atau mi instan saja menggunakan kaldu daging babi. Saya lebih sering menjadi vegetarian atau menyantap hidangan sea food saja🙂

Kemarin saya jalan – jalan ke Namsan Tower.  Perjalanan mendaki bukit. Pepohonan dikiri kanan sepanjang jalan sudah menguningkan daunnya, sebagian berwana kuning, orange, ada juga yang merah. Pemandangan yang indah. Dari Namsan Tower ini, dapat dilihat pemandangan kota Seoul. Namun karena saat itu hujan, menyebabkan pemandangan berkabut. Bahkan saat berbicarapun mulut mengeluarkan asap.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s