Seoul Dasom High School

Seoul Dasom High School dan Seongdong Technical High School memiliki lokasi yang sama. Pada minggu ini saya berkesempatan observasi di sekolah Seol Dasom High School.

Seoul Dasom High School pertama kali dibuka pada tahun 2011. Sekolah ini didirikan dengan maksud untuk menampung anak – anak yang salah satu atau kedua orang tuanya bukan keturunan bangsa Korea. Pada umumnya, anak – anak ini datang ke Korea karena ibu mereka menikah dengan warga negara Korea. Mereka tidak begitu bagus dalam berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Korea.

Kelas yang saya observasi kali ini adalah kelas matematika, kelas tourism, kelas bahasa korea, kelas kebudayaan, dan kelas musik. Jumlah murid per kelas disekolah ini hanya sekitar 12 siswa saja. Namun demikian pada saat kegiatan belajar mengajar berlangsung paling sedikit ada dua orang guru didalam masing – masing kelas. Pertama guru yang mata pelajaran. Kedua adalah guru bilingual. Peran guru bilingual di dalam kelas adalah menjembatani bahasa ibu yang digunakan anak – anak ini dengan bahasa Korea. Tidak jarang guru mata pelajaran memperbaiki komunikasi murid – murid ini dalam menggunakan bahasa korea.

Kegiatan belajar mengajar (kbm) Matematika tidak jauh berbeda dengan kbm Matematika di Indonesia.

Pada kbm dikelas tourism, siswa dibagi dalam dua kelompok. Kali ini mereka praktek membuat camilan. Dalam ruang praktek ini dirancang mirip ruang – ruang dalam suatu hotel. Ada model meja resepsionis,  model kamar, model restoran, dan model bar. Bahkan termasuk perabotan dan aksesorisnya. Sehingga serasa sedang berada dihotel.

Pada kbm di kelas bahasa korea, masing – masing siswa diminta maju didepan papan tulis untuk kemudian mempresentasikan suatu buku. Setelah itu mereka akan menentukan tiga buku yang akan menjadi bacaan wajib selama liburan semester depan.

Pada kbm di kelas kebudayaan, setiap siswa diminta menggambar rumah yang mereka idamkan di masa depan. Setelah itu mereka diminta menjelaskan gambar yang mereka buat. Sementara sang guru memperbaiki bahasa Korea anak – anak ini, jika terjadi kesalahan pengucapan.

Kbm di kelas musik paling menarik menurut saya. Kelas musik didukung sepenuhnya oleh perusahaan Samsung. Didalam kelas terdapat dua orang dari perusahaan Samsung untuk melakukan dokumentasi.   Anak – anak yang bukan keturunan Korea ini belajar memainkan alat musik Korea. Pada kelas pertama yang saya datangi, mereka memainkan alat musik tradisional korea, sejenis alat musik gesek. Sementara pada kelas berikutnya yang saya kunjungi adalah belajar Nanta.

Oya, tadi pagi waktu saya berjalan dari lapangan parkir menuju gedung sekolah. Saya perhatikan bahwa air yang terdapat didalam pot – pot tanaman air yang ada dihalaman sekolah membeku. Cuaca pagi ini sekitar nol derajat celcius.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s