As Syair

Pekan ini saya membaca buku As Syair (Sang Penyair) yang ditulis oleh Edmund Rustau, sastrawan Perancis, kemudian disadur oleh Musthafa Luthfi Al – Manfaluthi, sastrawan Mesir.

As Syair mengambil tempat di Paris beberapa saat sebelum meletus peperangan antara Prancis dan Spanyol. Di suatu masa ketika kecerdasan seseorang diukur dengan kemampuannya merangkai syair. Saat itu, kecerdasan seseorang dianggap berbanding lurus dengan kemampuannya merangkai syair.

Tiga tokoh utama cerita ini adalah seorang gadis dan dua orang jejaka. Terdapatlah seorang gadis bernama Rokisan. Rokisan merupakan gadis tercantik di kota Paris. Rokisan memiliki seorang sepupu laki – laki bernama Sreno. Sreno merupakan prajurit dalam kesatuan tentara Prancis. Sreno pemuda yang berwajah biasa – biasa saja, dengan ukuran hidung yang relatif besar. Namun ia sangat pandai merangkai syair.

Suatu hari Rokisan menyampaikan rahasia hatinya pada Sreno bahwa ia jatuh cinta pada seorang prajurit dalam kesatuan yang sama dengan Sreno.  Sreno merupakan pimpinan dalam kesatuaanya. Rokisan berharap Sreno bersedia menjadi sahabat pemuda tersebut dan menjadi pelindungnya. Rokisan berharap Christian menuliskan surat untuknya. Sreno menyanggupi permintaan sepupunya tersebut .

Sebenarnya Sreno pun menaruh hati pada Rokisan. Sebab Rokisan telah menyampaikan rahasia hatinya tersebut, maka Sreno mengurungkan niat untuk mengutarakan isi hatinya pada sepupunya.  Christian, demikian nama si pemuda yang dimaksud oleh Rokisan. Sreno pun kemudian menyampaikan rahasia Rokisan pada Christian.

Christian si pemuda tampan, namun sayang tidak pandai merangkai syair.  Dia mengungkapkan ketidakpandaiannya itu kepada Sreno. Mereka akhirnya bersepakat bahwa Sreno yang menuliskan setiap surat untuk Rokisan atas nama Christian.

Sampai pada mereka berdua maju ke medan perang melawan Spanyol. Christian terbunuh dengan meninggalkan sepucuk surat untuk Rokisan. Rokisan sangat terpukul dan mengasingkan diri dalam sebuah biara.

Selama berada dibiara Sreno selalu mengunjunginya. Pada suatu hari yang dijanjikan, Sreno tidak muncul juga. Sreno yang tidak jua berani mengungkapkan isi hatinya berusaha bunuh diri dengan membenturkan kepala ke sebatang pohon besar. Celakalah ia. Dengan topi untuk menutup lukanya, Sreno datang terlambat menemui Rokisan. Setelah berbincang – bincang, Rokisan meminta Sreno membacakan surat terakhir dari Christian.  Srenopun membacanya sambil menahan sakit akan luka dikepala dan luka dalam hatinya.

Surat itu terjatuh, namun Sreno tetap mengungkapkan syair dalam surat itu. Rokisan terkejut, mengapa sepupunya itu masih dapat mengungkapkan syair dalam surat tersebut. Rokisan makin mendekat kepada Sreno. Nyatalah keadaan sepupunya yang sedang luka dikepala itu dan semua syair selama ini diterimanya adalah dari Sreno. Rokisanpun menyadari bahwa ia memang jatuh cinta pada Christian pada pandangan pertama, namun berikutnya ia juga jatuh cinta  syair – syair yang dituliskan untuknya. Syair – syair yang dituliskan Sreno untuknya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s