Merintis Usaha Bimbingan Belajar

Lebih kurang tiga tahun lalu, seorang teman semasa kuliah sarjana yang memiliki istri tidak berpenghasilan, sedang merintis usaha bimbingan belajar. Keluhannya adalah pada bulan – bulan tertentu teman saya ini tidak memiliki penghasilan. Bulan – bulan tertentu yang dimaksud adalah bulan Juni, Juli, Desember, dan Januari. Hal ini dikarenakan memang tidak ada siswa yang belajar pada bulan – bulan tersebut. Teman saya meminta saran dari saya. Berikut ini sejumlah saran dari saya kepadanya.

1. Terapkan pembayaran perpaket, satu paket berlaku untuk satu semester. Pembayaran dapat dilakukan sekaligus atau dicicil. Jika dibayar sekaligus maka berikan diskon, namum jika pembayaran dicicil maka pembayaran dicicil tiga kali selama tiga bulan berturut – turut dengan skema cicilan pertama > cicilan kedua > cicilan ke tiga.

2. Berdayakan istri sebagai pegawai administrasi. Sementara teman saya ini fokus pada mencari siswa dan menjaga kualitas.

3. Siswa bimbingan belajar boleh saja berkonsultasi semua pelajaran sekolah, namun tegaskan bahwa pihak bimbingan belajar hanya bertanggung jawab pada sebagian pelajaran sekolah saja, sebagai contoh pihak bimbingan belajar bertanggung jawab dalam pembinaan pelajaran Matematika, IPA, dan Bahasa Indonesia.

5. Bimbingan belajar tidak lagi menerima siswa sebulan menjelang ujian akhir semester.

Alhamdulillah sekarang teman saya ini memiliki 200 siswa dan 5 orang tenaga pengajar. Saya turut berbahagia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s