Pembelajaran Matematika

Masih tentang perdebatan 4 + 4 + 4 + 4 + 4 + 4 = … x … = … dan penyelesaian yang diberikan oleh seorang  mahasiswa teknik mesin adalah 4 + 4 + 4 + 4 + 4 + 4 = 4 x 6 = 24, kemudian penyelesaian ini disalahkan oleh guru.

Berikut ini tampilan pekerjaan rumah yang disalahkan oleh si guru tersebut.

index

Maka berdasarkan gambar di atas, bermunculan sejumlah komentar untuk si guru. Beberapa komentar miring seperti: menganggap guru ini tidak kompeten, memalukan profesi guru, si guru harus ditegur, bahkan si guru harus dipecat. Masih banyak lagi komentar yang menyudutkan guru. Bagi yang berkomentar sejenis begini ini pertanyaan – pertanyaan saya adalah:

1. Apakah manusia – manusia yang berkomentar sejenis begini ini, kompeten dalam keilmuan matematika?

2. Apakah dia juga kompeten dalam psikologi pembelajaran?

3. Apakah dia memahami kurikulum untuk siswa kelas 2 SD?

4. Apakah dia mengetahui hal – hal yang sudah dipahami oleh siswa kelas 2 SD tentang keilmuan matematika sebelum siswa kelas 2 SD ini melakukan kegiatan pembelajaran mengenai perkalian?

5. Apakah dia membaca buku pelajaran matematika kelas 2 SD  tentang perkalian?

6. Apakah dia pernah mengajar siswa kelas 2 SD?

7. Apakah dia tahu bahwa memberi penilaian tentang pekerjaan siswa merupakan wewenang guru?

Jika masing – masing pertanyaan di atas di jawab “ya” maka dia tidak akan berkomentar miring tentang si guru.

2 thoughts on “Pembelajaran Matematika

    • Iya tuh. Ini kan masalah pembelajaran perkalian bilangan bulat untuk anak kelas 2 sd. Anak kelas 2 sd itu kan baru paham operasi tambah dan kurang pada bilangan bulat. Nah bagaimana cara memperkenalkan operasi perkalian bilangan bulat melalui modal yang anak ini punya (operasi tambah dan kurang pada bilangan bulat) termasuk memperkenalkan cara penulisannya. Kemudian tahap berikutnya baru membicarakan sifat komutatif pada operasi perkalian, masih terbatas pada bilangan bulat. Tingkat selanjutnya baru operasi perkalian yang melibatkan bilangan rasional.
      Bicara mengenai perkalian tidak sama dengan bicara mengenai pembelajaran perkalian.
      Kalau bicara perkalian bisa saja setiap orang menawarkan konsep yang berbeda, selama konsep itu dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
      Sementara kalau bicara pembelajaran perkalian, maka harus melibatkan psikologi pembelajaran didalamnya, termasuk pengalaman – pengalaman belajar apa yang sudah dimiliki si anak ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s