Dejavu

Alhamdulillah selama liburan akhir tahun kemarin dari hari sabtu 24 Desember 2016 sampai dengan hari Selasa 3 Januari 2017 saya dan suami saya berkesempatan menunaikan ibadah umroh. Kami menetap di Madinah hingga hari Kamis 29 Desember 2016, setelah itu kami menetap di Makkah hingga hari Selasa 3 Januari 2017.

Yang menarik dari perjalanan saya kali ini adalah ada dua kejadian yang saya merasa pernah mengalaminya yang dikenal dengan istilah dejavu. Kejadian pertama adalah ketika saya dan rombongan bermaksud memulai umroh. Saya dan rombongan berfoto bersama di masjid Bir Ali Madinah untuk kemudian melanjutkan perjalanan ke Masjidil Haram Makkah. Kejadian kedua adalah ketika saya sujud pada saat sholat sunnah selesai thowaf dipelataran Ka’bah. Ternyata Allah SWT telah mengabarkan berita baik ini kepada saya beberapa waktu sebelumnya melalui mimpi.

Wali Kelas

Hari ini pembagian rapor tengah semester. Wali murid terakhir yang menemui saya ternyata adalah guru di SMP saya. Dibandingkan dengan wali murid lainnya, saya jadi banyak cerita dengan wali  murid yang satu ini. Walas saya ketika saya kelas 3 SMP masih bertugas. Walas saya ini istimewa. Nama beliau Ibu Sumiyati. Beliau guru Matematika, yang pasti punya andil dalam membuat saya tertarik pada Matematika, beliau juga yang waktu itu menyarankan saya agar mendaftar di SMA Negeri terbaik di Jakarta Utara. Melalui wali murid ini saya menyampaikan salam dan terima kasih untuk wali kelas saya  itu.

Tidak Ditolak Sekaligus Tidak Diterima

Ada perbedaan mengenai lawan (ingkaran) suatu kata dalam pelajaran bahasa dan dalam pelajaran matematika. Sebagai contoh, dalam bahasa indonesia ingkaran kata hitam yaitu tidak hitam, dapat diartikan sebagai putih. Dikatakan bahwa lawan kata hitam adalah putih. Namun tidak demikian halnya dalam pelajaran matematika. Tidak hitam tidaklah dapat diartikan sebagai putih.

Pun dengan ingkaran kata ditolak yaitu tidak ditolak, pada umumnya tidak ditolak dapat diartikan sebagai diterima. Namun beberapa waktu lalu saya mengalami suatu kejadian dimana tidak ditolak dan tidak diterima terjadi secara bersamaan.

Saya mengirim sejumlah uang dari Bank B** ke bank D** melalui internet banking. Setelah ditunggu selama lima hari kerja ternyata uang saya itu belum sampai juga. Informasi dari bank D** adalah bank D** tidak menerima kiriman uang yang saya maksud. Ketika saya tanyakan ke bank B**, pihak bank B** mengatakan tidak ada tolakan kiriman uang dari bank D**. Lha uang saya jadi ada dimana?

Mendidik Anak

Selama saya menjadi guru di SMA sejak tahun 2002. Ini pertama kali saya mengikuti konferensi kasus. Konferensi kasus adalah semacam dengar pendapat mengenai seorang siswa yang bermasalah (jika tidak ingin dikatakan sebagai pengadilan). Hal ini dikenai terhadap siswa yang melakukan banyak pelanggaran atau pelanggaran berat atas tata tertib sekolah. Dalam koferensi ini yang hadir adalah siswa yang melanggar tata tertib, orang tua siswa tersebut, wali kelas siswa tersebut, kepala sekolah, segenap wakil kepala sekolah, staf kesiswaaan, dan guru-guru yang bersangkutan. Pada umumnya konferensi ini menghasilkan keputusan bahwa  siswa tersebut dikembalikan kepada orang tuanya.

Pelajaran yang saya petik dari kejadian di atas adalah tidak mudah menjadi orang tua. Tidak ada Buku Panduan ataupun Kursus Bagaimana Seharusnya Menjadi Orang Tua. Sebagian yang saya lakukan adalah bertanya kepada orang – orang tua yang memiliki anak – anak baik. Orang – orang tua ini memberi masukan diantaranya adalah:

  1. beri makan anak – anak dari rejeki yang halal;
  2. orang tua harus seiya sekata dalam mendidik anak. Contoh yang tidak baik adalah: si ayah memarahi anak, eh pada saat yang bersamaan si ibu membela si anak di depan ayahnya dan didepan anak tersebut, atau sebaliknya; dan salah satu orang tua (biasanya si ibu) menutupi kenakalan anaknya dari si ayah; dan
  3. ajarkan anak untuk berusaha dalam mencapai apa yang dia inginkan. Contoh yang tidak baik adalah orang tua mengabulkan segala keinginan si anak, sekalipun keinginan si anak ini adalah hal yang mampu dilakukan orang tua. Seorang dosen pembimbing saya menceritakan bahwa ketika anaknya ingin berlangganan majalah maka beliau mensyaratkan si anak harus lancar membaca dahulu. Si anak pada saat itu sedang pada tahap belajar membaca. Sebagai orang dewasa, kita menyadari bahwa tidak semua hal yang kita inginkan pasti kita dapatkan, kita harus berusaha, kadang sudah berusahapun masih tidak dapat juga.

Demikian semoga bermanfaat.

Lucky

InsyaAllah, besok adalah hari ulang tahun pertama Luki Muhlifain Arafah. Anak saya yang ketiga. Seorang laki – laki, lahir di hari Arafah.

Alhamdulillah, selama kehamilan hingga melahirkan, saya menemukan dokter yang insyaAllah sesuai harapan, yaitu dr. Gatot Abdurrazak, SpOg. Beliau tinggal didekat komplek perumahan saya. Jadilah saya sebagai pasiennya. Saya sudah beresiko tinggi saat itu. Saya melahirkan secara caesar di http://rsbasih.co.id/v1/

Sebenarnya saya ingin anak ketiga ini bernama Lucky dan ditulis sesuai kata dalam bahasa Inggris, namun suami saya ingin tulisannya Luki. Saya merasa aneh aja. Ternyata ketika saya membuka berkas – berkas persyaratan saat saya lulus magister sains di Universitas Indonesia, kepala perpustakaannya bernama Dra. Luki Wijayanti, SIP., M.Si.

Selamat Ulang Tahun Luki. Semoga kamu, kakak – kakakmu, dan keturunan kalian menjadi orang – orang yang beruntung dunia dan akhirat. Aamiin YRA.