Mendidik Anak

Selama saya menjadi guru di SMA sejak tahun 2002. Ini pertama kali saya mengikuti konferensi kasus. Konferensi kasus adalah semacam dengar pendapat mengenai seorang siswa yang bermasalah (jika tidak ingin dikatakan sebagai pengadilan). Hal ini dikenai terhadap siswa yang melakukan banyak pelanggaran atau pelanggaran berat atas tata tertib sekolah. Dalam koferensi ini yang hadir adalah siswa yang melanggar tata tertib, orang tua siswa tersebut, wali kelas siswa tersebut, kepala sekolah, segenap wakil kepala sekolah, staf kesiswaaan, dan guru-guru yang bersangkutan. Pada umumnya konferensi ini menghasilkan keputusan bahwa  siswa tersebut dikembalikan kepada orang tuanya.

Pelajaran yang saya petik dari kejadian di atas adalah tidak mudah menjadi orang tua. Tidak ada Buku Panduan ataupun Kursus Bagaimana Seharusnya Menjadi Orang Tua. Sebagian yang saya lakukan adalah bertanya kepada orang – orang tua yang memiliki anak – anak baik. Orang – orang tua ini memberi masukan diantaranya adalah:

  1. beri makan anak – anak dari rejeki yang halal;
  2. orang tua harus seiya sekata dalam mendidik anak. Contoh yang tidak baik adalah: si ayah memarahi anak, eh pada saat yang bersamaan si ibu membela si anak di depan ayahnya dan didepan anak tersebut, atau sebaliknya; dan salah satu orang tua (biasanya si ibu) menutupi kenakalan anaknya dari si ayah; dan
  3. ajarkan anak untuk berusaha dalam mencapai apa yang dia inginkan. Contoh yang tidak baik adalah orang tua mengabulkan segala keinginan si anak, sekalipun keinginan si anak ini adalah hal yang mampu dilakukan orang tua. Seorang dosen pembimbing saya menceritakan bahwa ketika anaknya ingin berlangganan majalah maka beliau mensyaratkan si anak harus lancar membaca dahulu. Si anak pada saat itu sedang pada tahap belajar membaca. Sebagai orang dewasa, kita menyadari bahwa tidak semua hal yang kita inginkan pasti kita dapatkan, kita harus berusaha, kadang sudah berusahapun masih tidak dapat juga.

Demikian semoga bermanfaat.

Merintis Usaha Bimbingan Belajar

Lebih kurang tiga tahun lalu, seorang teman semasa kuliah sarjana yang memiliki istri tidak berpenghasilan, sedang merintis usaha bimbingan belajar. Keluhannya adalah pada bulan – bulan tertentu teman saya ini tidak memiliki penghasilan. Bulan – bulan tertentu yang dimaksud adalah bulan Juni, Juli, Desember, dan Januari. Hal ini dikarenakan memang tidak ada siswa yang belajar pada bulan – bulan tersebut. Teman saya meminta saran dari saya. Berikut ini sejumlah saran dari saya kepadanya.

1. Terapkan pembayaran perpaket, satu paket berlaku untuk satu semester. Pembayaran dapat dilakukan sekaligus atau dicicil. Jika dibayar sekaligus maka berikan diskon, namum jika pembayaran dicicil maka pembayaran dicicil tiga kali selama tiga bulan berturut – turut dengan skema cicilan pertama > cicilan kedua > cicilan ke tiga.

2. Berdayakan istri sebagai pegawai administrasi. Sementara teman saya ini fokus pada mencari siswa dan menjaga kualitas.

3. Siswa bimbingan belajar boleh saja berkonsultasi semua pelajaran sekolah, namun tegaskan bahwa pihak bimbingan belajar hanya bertanggung jawab pada sebagian pelajaran sekolah saja, sebagai contoh pihak bimbingan belajar bertanggung jawab dalam pembinaan pelajaran Matematika, IPA, dan Bahasa Indonesia.

5. Bimbingan belajar tidak lagi menerima siswa sebulan menjelang ujian akhir semester.

Alhamdulillah sekarang teman saya ini memiliki 200 siswa dan 5 orang tenaga pengajar. Saya turut berbahagia.

Matching Cards

Saya mengajar anak-anak yang notabene adalah anak-anak unggulan. Namun kadang kala mereka lupa (atau dulu tidak paham) materi-materi yang telah mereka terima pada jenjang pendidikan sebelumnya. Sebagai contoh, ketika saya hendak melakukan kegiatan pembelajaran Pertidaksamaan Kuadrat, maka saya mengharapkan anak-anak didik saya sudah dapat menyatakan interval bilangan dalam notasi matematika, dan sebaliknya. Ketika ternyata kenyataan berada dibawah harapan saya maka saya setidaknya membereskan dahulu masalah menyatakan interval bilangan dalam notasi matematika, dan sebaliknya ini. Salah satu caranya adalah melalui permainan kartu matching cards

Tips Menyelesaikan Skripsi/Tesis

Berdasarkan kamus bahasa Indonesia, skripsi/tesis dapat dimaknai sebagai karya ilmiah dari seorang mahasiswa sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana/magister.  Menilik dari arti kata skripsi/tesis, saya berpendapat bahwa skripsi/tesis adalah proyek pribadi mahasiswa yang bersangkutan.

Terdapat suatu topik yang akan diteliti dalam skripsi/tesis. Hasil penelitian tersebut ditulis dalam bentuk karangan ilmiah. Peran dosen pembimbing adalah memastikan bahwa mahasiswa yang sedang menyusun skripsi/tesis berada dalam koridor penelitiannya.

Berikut ini adalah sejumlah saran dari saya dalam menyelesaikan skripsi/tesis.

1.  Harus rajin membaca. Untuk dapat menceritakan suatu hal maka seorang penulis harus menguasai hal yang akan ditulisnya.

Hal pertama yang harus pahami adalah jurnal yang akan menjadi topik penelitian. Berdasarkan tanya jawab saya dengan sejumlah teman, Sebagian mereka belum dapat langsung mengerti, ketika pertama kali membaca jurnal yang akan jadi topik penelitian.

Bacalah buku-buku yang menjadi referensi jurnal tersebut dan buku-buku yang berkaitan dengan topik penelitian.

2.  Bacalah panduan penulisan tugas akhir yang diterbitkan oleh perguruan tinggi dimana mahasiswa kuliah, agar penulisan karya ilmiahnya sesuai dengan aturan diperguruan tinggi tersebut.

3.  Mengingat bahwa seorang dosen pembimbing memiliki lebih dari satu mahasiswa bimbingan. Maka berkonsultasilah secara rutin kepada dosen pembimbing. Kehadiran mahasiswa secara rutin akan memudahkan dosen pembimbing, karena beliau insyaAllah akan lebih ingat dengan apa yang menjadi topik penelitian mahasiswa bimbingannya.

4.  Berdiskusi dengan teman-teman yang memiliki pengetahuan dan ketertarikan dengan topik penelitian tersebut.

5.  Jangan khawatir melakukan kesalahan. Jika terjadi kesalahan maka janganlah berputus asa, namun bersegeralah memperbaikinya.

6.  Mohon doa restu pada orang tua (jika masih ada) dan suami/istri (jika telah berkeluarga).

7. Jika segala usaha telah dilakukan secara maksimal maka berdoalah. Semoga Allah SWT memberikan kelancaran sesuai dengan yang diharapkan.

Demikianlah. Semoga bermanfaat.

Tips Memilih Semangka

Buah semangka merupakan salah satu buah dari tanaman merambat yang berasal dari Afrika bagian selatan. Memiliki nama latin Citrullus lanatus. Termasuk dalam suku Cucurbitaceae . Pada umumnya buah semangka berbentuk bulat, berwarna hijau pekat atau hijau muda dengan larik-larik hijau tua.

Dibulan puasa begini. Berbuka puasa dengan menu buah semangka dingin segar dari lemari pendingin. Sungguh melengkapi kesempurnaan nikmat dari Allah SWT.

Kemarin sore saya membeli buah semangka. Semangka yang dipajang hanya 6 buah. Setelah saya perhatikan. Ternyata tidak ada yang memenuhi kategori pilihan saya. Ketika saya membalik badan bermaksud pergi. Si penjual bertanya: “Nyari yang semangka kayak gimana neng?” Saya menjawab bahwa saya mencari buah semangka dengan ciri-ciri:

1. Pada kutub yang berlawanan dengan kutub tangkai terdapat lingkaran. Bandingkan lingkaran-lingkaran tersebut. Pilih semangka dengan lingkaran relatif paling kecil diantara semangka-semangka yang ada.

2.  Jika pada permukaan semangka terdapat bagian yang berwarna kuning. Pilih semangka dengan warna kuning relatif paling tua diantara semangka yang ada.

Kemudian saya dibawa kesekumpulan semangka stok sipenjual. Saya pilih salah satu. Sipenjual menepuk-nepuk semangka pilihan saya. Saya katakan bahwa seringkali saya dipilihkan semangka oleh sipenjual dengan cara seperti itu. Namun ternyata semangka pilihan si penjual dibawah harapan saya. Si penjual mengira saya kuliah dijurusan Pertanian 😀

Akhir kata dia menyampaikan terima kasih atas tips dari saya. Dan saya pun diberi diskon 🙂

Tips Agar Nasi Tidak Cepat Basi

Berbeda dengan saya yang kalau masak nasi hanya untuk hari itu saja. Pembantu saya tuh, kalau masak nasi di rumahnya suka borongan. Maksudnya memasak nasi untuk lebih dari satu hari. Namun sayangnya kadangkala itu nasi cepat basi. Terutama kalau sudah lewat satu hari.

Dia kemudian bercerita dengan pembantu rumah sebelah. Si bibi di sebelah rumah memberikan sebuah tips. Yaitu: pada saat menanak nasi, tambahkan air perasan jeruk nipis. Dengan takaran: untuk seliter beras membutuhkan lebih kurang 1 sendok teh air perasan jeruk nipis.

Pembantu rumah saya terus mencoba di rumahnya. Dia bilang sih sukses. Apakah rasa nasi tidak berubah kalau diberi air perasan jeruk nipis? Tanya saya. Beliau bilang sih tidak merubah rasa.

Selamat mencoba.

Tips Agar Kusen Tidak Dimakan Rayap

Akhir tahun 2004 saya dan suami membeli satu unit rumah didaerah Cimanggis. Rumah kelas menengah produk pengembang.

Rumah tersebut tidak langsung ditempati. Hanya sebulan sekali kami menengoknya. Setelah sekian lama, baru diketahui bahwa salah satu kusen jendela pintu belakang dimakan rayap. Kusen pada bagian bawah jendela. Jendela yang bersebelahan dengan pintu belakang. Pintu ini adalah penghubung jika ingin ke halaman belakang.

Bagian yang sudah dimakan rayap itu terasa kopong. Maksudnya jika disentil terasa ada ruang kosong didalamnya. Akhirnya saya coblos pakai pisau. Bolong. Kopong. Panjangnya  sekitar 10 cm.

Bagaimana ya? Mau ganti kusen? Belum ada dana. Akhirnya melalui bagian yang bolong itu saya siram cairan karbol (desinfektan). Dengan harapan karbol meresap dan kayu kadi gak yummi lagi buat rayap.

Tahun 2007 menjelang kami pindah, kusen tersebut baru bisa kami ganti. Ternyata bagian yang pernah dimakan rayap itu tidak meluas. Berarti cairan karbol yang pernah saya siram telah sukses membuat rayap kabur. Alhamdulillah.

Gak lama setelah kami pindah, kusen pintu kamar utama yang terasa kopong. Wah mulai dimakan rayap nih. Saya siram kusen tersebut dengan cairan karbol. Mungkin seharusnya sebelum dipasang. Kusen dilumuri dengan karbol dulu kali. Kemudian di jemur.